10 Cara Meningkatkan Tipografi pada Desain

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain-Thumbnail

Tipografi lebih dari sekadar memilih jenis dan ukuran font dari pilihan menu di komputermu.

Tipografi adalah sebuah seni dan keahlian dengan sejarah panjang berabad ke belakang, dari masa huruf berbahan kayu dan metal digunakan untuk mesin cetak. Dan selain kita bisa belajar mengenai sejarah panjang tipografi, kebanyakan dari kita juga bisa menggunakan beberapa tips praktis tentang bagaimana membuat huruf terlihat lebih baik pada proyek sehari-hari seperti dalam resume, buletin, atau kartu nama.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain110-tb-800x0

01. Cocokkan Rasa dengan Pesan

Apakah salah satu font terlihat lebih atau kurang dari font lainnya? Atau mungkin kamu punya font favorit yang selalu kamu gunakan di setiap kesempatan? Apapun kasusnya, kamu tidak bisa memaksimalkan pilihan font yang ada.

Hal ini terjadi karena setiap jenis huruf memiliki rasa atau sifatnya masing-masing. Mungkin suatu font tampak bersahabat, mewah, serius, atau bahkan konyol. Tapi kebanyakan font tidak cocok untuk semua hal, jadi kamu perlu untuk menentukan font apa paling berbicara untukmu, dan yang paling cocok untuk desainmu. Suatu cara untuk melakukan itu adalah dengan mendiskusikan beberapa karakteristik dan kualitas yang ingin dikomunikasikan oleh desainmu. Jika kamu memiliki konten yang sudah lebih dulu direncanakan, itu lebih baik—kamu akan bisa mencocokkan pilihan font dengan tone yang sudah dibangun dalam teks.

Desainer huruf Eben Sorkin mengatakan: setiap jenis huruf memiliki suaranya sendiri. Suara ini mempengaruhi apa yang kita rasakan tentang teks ketika kita membacanya, tapi kita juga bisa menyerap dan memproses informasi:"Jenis huruf juga bisa menjadi sebuah kekuatan untuk membuat segala bentuk teks komunikasi lebih efektif dan persuasif. ...ketika sifat dari font yang digunakan cocok dengan sifat teks, orang akan bisa membaca teks tersebut dengan lebih cepat dan mudah. Ketika jenis huruf tidak memilikinya, pembaca akan terganggu dan melambat. Semakin mudah kita membuat pengunjung membaca, semakin besar pula kemungkinan pembaca menemukan apa yang mereka cari, klik, beli dan/atau mengembalikan [atau mengikuti apapun tujuan dari desain yang ada].

"Sebuah contoh sederhana:

Sebuah kombinasi font yang kuno-tapi-modern untuk produk perawatan rambut berdasarkan sebuah resep dari "masa lampau."

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain1a-tb-800x0

Sebuah minimalis, cara desain dan huruf estetis terinspirasi dari Swiss untuk produk kembali-ke-awal.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain1b-tb-800x0

Pilihan huruf yang menceritakan sejarah dan keahlian—sebuah kecocokan visual untuk kedua kata-kata yang diucapkan dan keseluruhan branding dari bisnis.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain1c-tb-800x0

Jenis huruf serif klasik tampak cocok untuk blog penerbit buku tradisional yang sudah berdiri sejak 1925, tapi pendekatan kualitas desain, kejelasan, dan keterbacaan dari font membuat blog tampak lebih modern dan praktis untuk penggunaan web.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain1d-tb-800x0

02. Cocokkan Rasa dengan Pembaca

Jadi, kalian telah memilih font dan kamu pikir font itu sudah sangat cocok dengan tujuan desainmu. Bagus! Hanya saja ada satu masalah... tidak semua orang akan membaca rasa dari font dengan sama. Setelah memilih font yang cocok dengan desainmu, kamu akan mau memastikan bahwa font itu cocok dengan target pembacamu.

Sebuah kelompok pembaca akan merasa bahwa suatu font trendi, sementara yang lainnya akan melihat jenis huruf yang sama sudah ketinggalan jaman. Hal itu terjadi karena cara kita melihat font sangat dipengaruhi oleh hubungan kultural, yang berhubungan dengan umur dan lokasi. Jadi, sensitiflah pada perspektif demografis dalam mendesain—dan mintalah pendapat lain dari seseorang dari kelompok tersebut jika kamu merasa ragu akan pilihan font—akan sangat penting untuk membuat tipografi-mu menjadi seefektif mungkin.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain210-tb-800x0

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain33-tb-800x0

Tapi bagaimana jika kamu mengerjakan sebuah desain yang harus bercerita kepada kelompok masyarakat yang lebih luas, dan bukan yang spesifik? Kamu mungkin mau memilih jenis huruf yang lebih netral, jenis yang tidak memiliki suatu sifat yang kentara, tapi membaur dengan lingkungannya. Jenis-jenis tipe font ini, terkadang disebut sebagai jenis huruf "workhouse", biasanya merupakan font serif dasar atau sans-serif yang bisa digunakan hampir di manapun karena mereka tidak menarik terlalu banyak perhatian.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desainworkhorse-typefaces-tb-800x0

Yang paling bisa digunakan adalah yang memiliki beragam ukuran (seperti light, regular, medium, bold, atau heavy) dan gaya (seperti narrow, condensed, extended, atau small caps). Kami merekomendasikan sejumlah jenis huruf netral yang gratis di halaman kategori font pada The Design School's (di mana kamu juga bisa menemukan stok tipografi lainnya!).

03. Cocokkan Ukuran Font dengan Konteks Desain

Ketika memilih dan mengurutkan font dalam desain, tingkat keterbacaan harus menjadi perhatian utama-mu. Kamu tidak mau membuat audiens frustrasi dengan membuat teks terlalu kecil untuk bisa dibaca—atau juga dengan membuatnya terlalu besar sehingga menggangu. Aturan praktisnya, body teks haruslah berukuran antara 10 sampai 12 poin untuk proyek cetak, dan 15 hingga 20 piksel untuk web (kebanyakan ukuran teks default mesin browser adalah 16 piksel). Ukuran yang ideal bisa berubah tergantung pada karakteristik dan struktur dari setiap jenis huruf.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desainweb-fonts-tb-800x0

Bagaimana dengan jenis huruf lain dalam teks yang tidak dimaksudkan untuk dibaca dalam waktu lama? Kamu perlu mencoba untuk menggunakan konteks desain—ukuran fisik dan/atau bagaimana itu akan disajikan dan ditampilkan—bersama dengan beberapa pemikiran wajar sebagai panduannya. Proyek yang lebih kecil (seperti kartu nama, misalnya) atau bagian panjang dari teks akan membutuhkan font yang lebih kecil, tapi font ini juga perlu untuk terlihat jelas dan mudah untuk dibaca, bukan hanya untuk hiasan.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain42-tb-800x0

Proyek yang besar seperti poster bisa menggunakan font berukuran besar karena ada lebih banyak ruang yang digunakan dan orang-orang juga akan melihat desain ini dari kejauhan. Dengan proyek yang memiliki teks relatif kecil, tergantung pada konteks dan audiens-nya, kamu juga bisa lebih kreatif dan bergaya dengan pilihan font.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain51-tb-800x0

04. Buat Hierarchy

Sebuah desain bagus ketika memiliki hierarchy yang baik, disusun dengan rapi, mudah diarahkan, dan gampang menemukan informasi yang dibutuhkan. Hierarchy tipografis khususnya penting untuk desain dengan banyak teks seperti newsletter, majalah, buku, dan publikasi cetak tradisional lainnya, juga beberapa situs web.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desaintypographic-hierarchy-tb-800x0

Dasar penggunaan hierarchy pada desain di dalamnya:

  • Menggunakan ukuran teks untuk menekankan informasi berdasarkan tingkat kepentingan
  • Menggunakan spacing yang tepat untuk membuat struktur yang mudah untuk dilihat
  • Mengelompokkan hal terkait menjadi satu
  • Melakukan pembagian yang jelas (dengan headings, subheadings, dll.) ketika diperlukan
10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desaintypographic-hierarchy-2-tb-800x0

Untuk hierarchy tipografi yang terlihat mendalam, jangan lupa melihat Kenapa Setiap Desain Perlu Tiga Level Typographic Hierarchy.

05. Jangan Abaikan Spacing dan Alignment

Detail bisa membentuk (atau menghancurkan) desain. Dan sebagian dari detail yang paling berpengaruh pada desain adalah spacing dan alignment. Mereka bisa membuat perbedaan antara desain yang membingungkan, berantakan dan sebuah desain yang bersih, teratur. Mari kita bahas sebagian tipe spacing yang paling umum:

Tracking: Juga disebut letter-spacing, adalah sebuah jumlah ruang horizontal di antara semua huruf dalam teks—bisa sebuah kalimat atau paragraf. Menyesuaikan pengaturan ini akan membuat teks terlihat lebih rapat atau longgar. Mengurangi tracking adalah sebuah teknik yang sering digunakan untuk menghemat ruang dalam desain, tapi hal itu bisa membuat desain sulit dibaca. Menemukan ukuran yang tepat (tidak terlalu rapat dan tidak terlalu longgar) juga cocok dengan pilihan font adalah cara terbaik untuk menjaga kualitas keterbacaan.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain-aa

Leading: Juga disebut line-spacing, adalah ruang vertikal antara garis dan teks. Seperti tracking, terlalu ekstrem di kedua arah akan membuat teks desain yang sulit dibaca dan juga terlihat "mati".

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain-bb

Margin: Adalah ruang kosong di sekeliling desain. kecuali kamu membuat efek yang spesifik dan disengaja, kamu tidak mau teks-mu tampak terjatuh dari halaman (atau layar). Ruang kosong yang banyak di pinggiran membuat desain lebih nyaman untuk dibaca.

White Space: Ini adalah sebutan yang mengacu pada semua ruang kosong/putih di dalam desain. Ketika kamu memiliki banyak informasi yang harus dimasukkan, white space terlihat seperti ruang yang terbuang, tapi merupakan suatu bagian penting dari desain yang seimbang dan teratur. White space membuat pembaca dapat membaca keseluruhan desain dan memberi mata mereka tempat untuk beristirahat.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desainwhite-space-tb-800x0

Sementara alignment dan konsistensi teks merupakan cara terbaik untuk meningkatkan tipografi. Menggabungkan gaya alignment teks (rata kiri, kana, tengah, rata kiri-kanan, dll.) dalam suatu desain tanpa memiliki tujuan yang logis hanya membuat berantakan.

Beberapa tips:

  • Hindari menggunakan alignment rata kiri-kanan (justified). Justified hampir selalu menciptakan spacing tidak teratur dan white space acak-acakan yang terlihat berantakan dan membuat sulit dibaca.
  • Pilih salah satu gaya untuk menentukan body copy (biasanya rata kiri) dan gunakan itu terus.
10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desainalignment-tb-800x0

06. Pelajari Kerning

Ada beberapa satu tipe spacing lagi yang sering terlupakan: kerning. Kerning biasanya tertukar dengan tracking, padahal keduanya berbeda—kerning adalah jumlah ruang (spasi) antara sebuah huruf dengan huruf lainnya.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain-dd

Kerning sering menjadi jurus terakhir untuk memastikan tipografi terlihat sehalus dan seprofesional mungkin. Setiap font didesain dengan kerning default, tapi biasanya setting tersebut kurang ideal untuk beberapa kombinasi huruf. Apalagi untuk tipografi yang terlihat besar seperti headlines, kamu akan mau untuk melakukan pengecekan visual untuk memastikan beberapa pasang huruf tidak terlihat terlalu jauh atau berdekatan. Kemudian baru menyesuaikan kerning jika diperlukan.

Mau belajar lebih jauh tentang kerning? Kamu akan menemukan pengantar penjelasan di dalam laman Beginner's Guide to Kerning Like a Designer kami. Kami bahkan terhubung dengan sebuah game online yang bisa membantumu untuk melatih keahlian kerning.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desainkerning-game-tb-800x0

07. Batasi Jumlah Typeface & Ukuran/Gaya

Kita semua menyukai font, tapi kamu tidak bisa menggunakannya terlalu banyak. Terlalu banyak jenis huruf yang berbeda dalam suatu desain akan terlihat berantakan dan juga amatir.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain-cc

Sebagai aturan praktis, akan lebih aman jika menggunakan tidak lebih dari tiga font berbeda dalam suatu desain, walaupun "aturan" ini juga bisa diabaikan tergantung konteksnya. (Misalnya dengan menciptakan sebuah gaya ekletik dan vintage seperti desain di bawah ini.)

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain111-tb-800x0

jika kamu mau menggabungkan font untuk pertama kali, sebuah font sans serif ditambah sebuah font serif sangat cocok untuk dipilih. Opsi lainnya adalah untuk memilih sebuah jenis huruf single atau dalam kelompok yang memiliki beberapa jenis ukuran dan gaya—dengan begitu, tipografi-mu akan terlihat padu, walau tetap memiliki pilihan variasi.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain12-tb-800x0

Yang akhirnya membawa kita ke tips berikutnya...

Sangat mudah untuk menggunakan banyak bentuk dan gaya (seperti bold, italics, atau huruf kapital) secara berlebihan. Gaya ini bisa sangat bagus untuk menarik perhatian pada teks, bahkan bisa membuat teks lebih menonjol, untuk menunjukkan tingkat kepentingan, atau untuk meniru gaya berbicara. Hanya saja jangan menggunakan semuanya di dalam satu bagian teks; itu akan membuatmu tampak mencoba memasukkan pesan dengan memaksa pada pembaca dan akan terasa kasar untuk sebagian pembaca. Akan sangat jarang kesempatan di mana kamu membutuhkan lebih dari satu gaya dan bentuk teks.

08. Hindari "Dosa-dosa Huruf"

Program desain bisa membantu kita untuk melakukan banyak hal menakjubkan, tapi mereka juga bisa membuat kita terjebak dan melakukan beberapa tipografi palsu jika kita tidak berhati-hati. Ellen Lupton, penulis dari Thinking with Type berbagi beberapa kebiasaan buruk yang harus dihilangkan dalam situs pelengkap bukunya. Mari kita lihat beberapa kebiasaan itu:

Jangan melebarkan kata atau huruf dan memaksanya untuk masuk ke dalam ruang. Ketika kamu meregangkan tipografi baik itu secara horizontal atau vertikal, itu bisa mengubah proporsi dan bentuk huruf. Alternatif yang lebih baik adalah untuk melakukan scale dengan proporsional pada huruf untuk menjaga bentuk orisinilnya.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain13-tb-800x0

Jangan menggunakan dumb quotes. Dumb quotes (kutipan bodoh), adalah bentuk kutipan dengan garis lurus, yang biasanya digunakan untuk sebenarnya tipografis tanda kutip. Jenis bentuk yang melengkung sebaliknya dikenal sebagai smart quotes (kutipan pintar) atau curly quotes (kutipan keriting). Kebanyakan desain dan program pengolah kata bisa diatur untuk menggunakan smart quotes, atau kamu bisa menggunakan shortcut keyboard.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain141-tb-800x0

Jangan memalsukan italics. Jika font tidak memiliki gaya italics, sangat mudah untuk kebanyakan program desain untuk memberikan efek sehingga bisa membuat font terlihat italics—Lupton menyebut fenomena ini "pseudo-italics." Walau begitu, teknik ini biasa merusak huruf-huruf dan menjadikannya telihat jelek. Italics sebenarnya didesain berbeda untuk melengkapi gaya font yang ada dan selalu menjadi pilihan yang lebih baik.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain15-tb-800x0

09. Periksa Clashing Colors dan Latar

Tipografi biasanya tidak berdiri sendiri dalam desain. Ia berinteraksi dengan elemen desain lain, biasanya latar belakang. Untuk kata yang dapat terlihat baik, penting untuk teks memiliki kontras yang cukup dengan bagian desain lainnya. Tapi ada beberapa bagian yang harus dikurangi kontrasnya:

  • Clashing Colors: Ketika kamu menggunakan sebuah warna pada tipografi, kamu harus memastikan warna tersebut melengkapi elemen lain dalam desain, termasuk bagian latarnya. Warna yang terlalu berbeda (bayangkan iklan lampu neon berwarna latar merah dengan teks hijau) atau bahkan yang terlalu serupa (teks putih dengan latar terang) akan sulit diterima mata dan tidak baik untuk pengelihatan.

Sebagai gantinya, cobalah untuk menggabungkan warna teks dengan sebuah skema warna yang sudah ada sehingga lebih terlihat serasi.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain162-tb-800x0

  • Latar berpola dan ramai: hampir sama, sebuah latar yang memiliki banyak hal di dalamnya bisa membuat teks sulit dibaca, dan kamu tentu tidak mau membuat pembaca kebingungan dengan desain tidak jelas informasinya ke mana.

Maka dari itu, cobalah gunakan pola sebagai pinggiran (border) atau di tempat yang tidak menggangu tipografi.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain17-tb-800x0

  • Efek Khusus: Efek tranparan, warping, dan treatment teks lain memang menyenangkan, dan juga berguna dalam beberapa situasi. Tapi, mudah juga dipersalahgunakan. Terkadang kita terjebak dalam proses desain yang membuat kita memilih sehingga menghasilkan beberapa bentuk, tapi tidak terlalu praktis.

Cobalah untuk menambahkan efek teks hanya ketika efek itu dapat dimengerti, bukan hanya karena kamu bisa.

10-cara-meningkatkan-tipografi-pada-desain182-tb-800x0

Kesimpulannya, selalu patikan tipografi bisa terlihat dan terbaca ketika kamu mencoba beberapa cara kreatif yang berbeda.

10. Perhatikan & Latihan

Salah satu cara untuk meningkatkan tipografi adalah dengan memperhatikan bagaimana desainer menggunakan jenis huruf dalam karyanya. Ini adalah sebuah keahlian yang membutuhkan praktek dan pengembangan tentang apa yang bagus dan apa yang tidak, jadi teruslah mencari beragam tipografi yang terbaik—kamu tidak akan tahu di mana akan menemukannya, dari rambu-rambu kereta hingga rak-rak supermarket.

Jadi sekarang terserah kamu! Kami harap kamu bisa menggunakan tips dan panduan ini untuk meningkatkan skill tipografi-mu. Seperti biasa, selamat mendesain!

Senjata rahasia Anda untuk desain yang menakjubkan