10 Peraturan Kombinasi Font dari Seorang Desainer

Seorang instruktur fotografi pernah mengatakan kepada saya bahwa “Anda harus mengetahui aturannya sebelum Anda menghancurkannya.”

Itu adalah hal (yang membuat frustasi dan membebaskan secara bersamaan) mengenai seni dan desain – mungkin ada beberapa peraturan; mungkin ada beberapa praktik terbaik; tapi hanya sedikit yang menekuninya sampai menjadi ahli. Melengkungkan atau mematahkan peraturan selalu menjadi sebuah kemungkinan pada konteks yang benar. Jadi, bagaimana kita belajar menguasai cara yang efektif untuk membuat kombinasi font? Dengan melihat beberapa pedoman, kemudian dengan nyaman memindahkannya diluar garis dasarnya jika memang dibutuhkan pada sebuah desain.

Apa itu font?

Font adalah representasi grafis dari sebuah teks yang punya bentuk, ukuran, jenis, warna, dan desain sendiri. Karena punya bentuk yang berbeda, menggunakan kombinasi font bisa meningkatkan desain menjadi lebih menarik.

1. Memilih kombinasi font pelengkap

Banyak font memiliki emosi dan kepribadian yang berbeda – serius, kasual, ceria, elegan. Anda pastinya ingin memastikan bahwa emosi dari font yang Anda pilih sesuai dengan tujuan dari desain Anda. Contohnya, sebuah jenis huruf yang bulat, penuh gelembung, mungkin cocok untuk kartu undangan pesta ulang tahun anak-anak, tapi tidak untuk newsletter bisnis Anda.

Minted/Carrie O’Neal

Sama halnya seperti yang sering terjadi pada orang-orang, yang berlawanan cenderung lebih menarik: kombinasi font “introvert” dan “ekstrovert” menyeimbangkan satu sama lain dengan baik ketika dikombinasikan. Jadi, jika Anda memiliki sebuah font yang khas dengan “kepribadian yang kuat” (seringnya direferensikan sebagai sebuah font tampilan), kombinasikan font itu dengan font yang lebih netral dan konservatif untuk sebuah keseimbangan desain. Font yang lebih besar memiliki kepribadian yang lebih banyak, dengan tampilan melengkung, seperti lukisan tangan (yang melengkapi latar belakang desainer sebagai seorang ilustrator dan tipografer). Berawal dari pengaturan yang sederhana, huruf-sans-serif-ukuran-kapital yang tidak mengganggu font utama namun masih dapat dibaca meski dalam ukuran yang lebih kecil.

Behance/Ethan Johnston

Memutuskan menggunakan lebih dari dua font untuk melengkapi satu sama lain dapat memberikan kesan seperti permainan menebak-nebak. Anda akan menemukan diri Anda sedang bertumpu pada insting, firasat. Dan itu tidak apa-apa. Jika Anda memperhatikan bagaimana font berkombinasi dengan baik (atau tidak) “dengan liar” – pada situs, majalah, tanda toko dan kemasan produk – Anda akan mulai mengembangkan keahlian untuk mana yang terlihat bagus dan mana yang tidak.

Dribbble/Kyle Anthony Miller

2. Menyusun sebuah hirarki visual

Format penerbitan tradisional seperti koran dan majalah menawarkan sebuah contoh yang bagus tentang bagaimana mengaplikasikan hirarki visual pada font. Mereka mengkombinasikan ukuran font dengan cara yang secara visual memisahkan elemen tekstual yang berbeda seperti headline, sub-headline, body copy, dan caption. Kualitas seperti ukuran, ketebalan (juga dikenal sebagai “berat”), dan jarak (termasuk leading, jarak di antara kalimat, dan kerning, jarak di antara huruf) semua berkontribusi untuk kemana seharusnya mata bernavigasi pada halaman dan teks yang mana yang harus menarik perhatian pertama kali.

Behance/Andrew Colin Beck

Sebuah hirarki dapat disusun untuk semua tipe desain, bukan hanya untuk tata letak dengan judul dan body copy. Ketika Anda memilih kombinasi font untuk sebuah proyek, coba fokuskan pada bagian mana Anda menginginkan pembaca/penonton melihat pertama kali. Atau berikut adalah cara lain untuk melakukan itu: Putuskan informasi apa yang penting – yang mana yang harus menonjol pada pandangan pertama (sebuah nama perusahaan, sebuah headline, sebuah penawaran spesial?) – dan bagian mana yang kurang penting. Kemudian, buat gaya font Anda, ukuran, dan pengaturannya secara berurutan. Elemen tekstual yang paling penting biasanya (meski tidak selalu) paling besar dan berat.

Hirariki visual juga termasuk mengkombinasikan ukuran font. Fungsi font size atau ukuran font sendiri adalah untuk menentukan arah baca dari desain. Biasanya seseorang akan membaca font berukuran besar (judul) terlebih dahulu sebelum membaca ukuran font kecil. Dengan begitu, pesan desain akan lebih mudah untuk dicerna audiens.

Dribbble/Corin Nader

3. Pertimbangkan konteks

Di mana desain Anda akan muncul dapat membantu Anda dalam memilih font mana yang cocok dengan proyek Anda. Teksnya harus mudah untuk dibaca pada ukuran yang akan ditampilkan, dan jelas terutama pada ukuran kecil. Perhatikan contoh dibawah ini, teks ukuran paling kecil dalam ukuran kapital, dan setiap hurufnya dalam jarak yang cukup – pilihan keduanya meningkatkan kemudahan untuk dibaca.

Dribbble/Salih Kucukaga

Sebagai tambahan pada ukuran, gaya font juga memiliki efek pada kemudahannya ketika dibaca. Sebuah permulaan yang bagus untuk memilih font yang cocok dengan konteks dari desain Anda adalah dengan memasangkannya dengan atribut dari pesan yang ingin Anda sampaikan dengan ciri khas fotografi (ini berkaitan dengan kepribadian font yang telah didiskusikan pada Peraturan #1).

Bagian dari proses yang akan menentukan apakah jenis huruf tampilan atau lebih kepada font netral (atau beberapa kombinasi dari dua) lebih cocok untuk proyek Anda. Terkadang Anda menginginkan sesuatu yang menonjol, dan di waktu yang lain konteks membutuhkan sebuah font yang tidak mengganggu, contohnya untuk teks yang panjang. Tata letak majalah dibawah mengkombinasikan tampilan dua jenis huruf dengan sans serif yang mudah untuk dibaca pada body copy.

Dribbble/Carolin Gebele

Konteks juga dapat ditemui dalam terminologi genre dan periode sejarah. Lakukan sedikit penelitian kecil ke dalam latar belakang dari font yang Anda pertimbangkan – kapan dan bagaimana mereka dibentuk dan untuk tujuan apa, atau bahkan bagaimana mereka digunakan pada konteks budaya – mungkin dapat sedikit membantu memastikan apakah font tersebut yang cocok dengan desain Anda. Contohnya, sebuah desain sampul buku untuk sebuah biografi tentang Abraham Lincoln mungkin menampilkan font serif yang digunakan selama era Perang Sipil Amerika, contohnya seperti Caslon atau Clarendon.

Sebagai contoh yang lain, gaya font bisa memiliki peran yang besar untuk mengikat tampilan desain Anda secara keseluruhan, terutama jika Anda mengincar estetis tertentu. Desain ini dengan jelas memiliki gaya retro/teman 1950an, sehingga font yang dipilih merefleksikan konteks dan kurang lebih sama dengan iklan yang ditampilkan pada era tersebut.

Behance/Keith Lowe

4. Campurkan serif dan sans serif

Tidak punya banyak waktu dan harus memilih dua font secara cepat? Cobalah satu serif dan satu sans serif. Font adalah elemen desain yang punya dua jenis berbeda. Keduanya cenderung bekerja sama dengan baik, terutama pada ukuran yang kontras.

Behance/Rob Fuller

Perlu dicatat bahwa di dunia tipografi, ada sebuah perdebatan tentang apakah font serif atau sans-serif yang terbaik dalam kemudahannya untuk dibaca. Dalam jumlah teks yang banyak, font serif secara umum menggerakkan mata lebih efektif dan meningkatkan kecepatan dalam membaca, terutama dalam bentuk cetak (meskipun hal ini sudah jelas tergantung pada karakter dari spesifik font yang digunakan). Pada satu sisi yang lain, font sans-serif sering digunakan untuk teks online/pada layar karena bentuk hurufnya yang sederhana dengan tampilan jelas pada berbagai resolusi layar.

Dribbble/Tom Pickering

5. Membentuk kontras

Salah satu alasan utama memasangkan kombinasi font serif dan sans serif karena keduanya cocok untuk membentuk kontras. Ide kontras ini menyatukan beberapa konsep yang mungkin Anda pertimbangkan, termasuk hirarki dan bagaimana font melengkapi satu sama lain.

Kontras dapat dicapai dengan beberapa cara, termasuk melalui gaya, ukuran, berat, jarak spasi, dan warna, di antara yang lain. Pada contoh dibawah, sebuah fungsi font size yang tebal, chunky, dipasangkan dengan font yang tinggi, tipis – dan meskipun keduanya cukup berlawanan, mereka bekerja sama dengan baik pada ukuran yang besar karena keduanya berbeda. Perbedaan membantu menciptakan peran yang berbeda untuk setiap font, memberikan mereka ruang untuk menonjol sebagai potongan informasi secara individu. Ukuran dari tanggal (dalam warna merah muda) tingginya dua kali lebih besar dari judul (dalam warna putih), sehingga angka-angka yang tipis itu tidak hilang; ukuran mereka yang lebih besar memberikan kehadiran yang cukup untuk menonjol terhadap headline yang tebal.

Dribbble/Albert Barroso

6. Menghindari konflik

Ketika mengkombinasikan font, Anda menginginkan kontras, tapi Anda tidak menginginkan konflik. Hanya karena fungsi font size yang berbeda bukan berarti mereka akan secara otomatis cocok dengan baik satu sama lain. Secara umum, jenis huruf yang berbagi beberapa kualitas – mungkin mereka memiliki proporsi yang kurang lebih sama, atau huruf lowercase dengan tinggi yang sama (dikenal sebagai “x-height”) – biasanya akan lebih harmonis jika dipasangkan, meskipun secara keseluruhan tampilannya berbeda.

Coba lihat kombinasi dibawah ini – mungkin bisa menggambarkan situasi di mana sebuah font serif dan sebuah font sans-serif hanya sedikit berbeda satu sama lain. Pada bagian atas jenis huruf, berbentuk lingkaran, huruf-huruf dengan spasi yang cukup, sementara dibagian bawah lebih tinggi, huruf yang kental. Ditambahkan kontradiksi di antara serif yang tipis dan sebuah ketebalan, struktur yang seragam, dan keduanya bertabrakan lebih dari kontrasnya.

Dribbble/Jean François Porchez

7. Hindari memasangkan font yang terlalu mirip

Kebalikan dari Peraturan nomor #5, memilih apa itu font yang terlalu mirip (contohnya, tidak memiliki kontras yang cukup) akan menjadi dilema tersendiri. Anda akan memiliki masalah dalam menyusun hirarki, karena font secara visual tidak dibedakan satu sama lain. Dan setiap perbedaan yang terlihat akan terkesan seperti kesalahan dibandingkan pilihan yang disengaja.

Tapi font tidak harus melulu sama untuk menjadi tidak cocok satu sama lain. Jenis huruf yang berbeda tapi memiliki berat yang sebanding, proporsi, dan/atau bentuk huruf yang cukup sama untuk membuat desain Anda membingungkan dan kabur, terutama ketika digunakan dalam ukuran yang sama – seperti pasangan dibawah ini, terlepas dari fakta bahwa yang satu adalah serif dan yang lain bukan. Ini adalah sebuah cara yang paling mudah untuk mengetes apakah satu font atau lebih dari itu mungkin terlihat cukup sama: Tempatkan mereka berdampingan satu sama lain pada layar Anda, lalu duduk sedikit menjauh dan sipitkan mata Anda. Jika font terlihat sama, hal ini dapat menjadi indikasi yang bagus bahwa desain Anda bisa mendapatkan keuntungan dari mengubah kontras di antara pilihan jenis huruf Anda.

Dribbble/FontFont

8. Gunakan font dari keluarga yang sama

Menggunakan jenis huruf dari keluarga yang sama selalu menjadi pilihan yang aman; terutama, mereka diciptakan untuk menjadi cocok satu sama lain. Carilah keluarga huruf yang memiliki banyak pilihan (berat, gaya, dan kotak yang berbeda) untuk memastikan Anda memiliki cukup variasi untuk tujuan Anda.

Fontspring/Latinotype

Ketika memasangkan apa itu font yang datang dari keluarga yang sama, Anda harus merencanakannya secara hati-hati untuk menciptakan kontras, memvariasikan ukuran font, berat (seperti ringan, reguler, dan tebal), dan kotak (atas, bawah, kapital kecil).

Fontspring/Fontfabric

Keluarga yang datang dengan fitur lebih seperti italic, atau extended, diperpanjang atau versi ringkas menawarkan kelonggaran lebih untuk mendapatkan kreatifitas dengan pengaturan font Anda.

Salah satu keuntungan dari membatasi jenis huruf Anda untuk sebuah proyek hanya pada satu keluarga font adalah hal ini membuat proses desain lebih singkat. Ada kalanya mencoba memilih kombinasi font yang sempurna memakan banyak waktu, namun ketika Anda sudah menentukan pilihan sebelumnya, hal ini mengangkat sedikit tekanan dan secara otomatis membantu Anda menciptakan tampilan yang lebih kompak.

9. Batasi jumlah font Anda

Font adalah hal sebuah karakter individu yang bisa berdiri sendiri, makanya kita perlu membatasi jumlahnya. Mungkin Anda sudah pernah mendengar bahwa Anda harus menjaga penggunaan jumlah dan ukuran font pada satu proyek hanya untuk dua atau tiga font. Ini adalah pedoman utama pada beberapa aplikasi (dan ini adalah hal umum pada desain editorial seperti halaman majalah), namun ini bukan sebuah peraturan yang keras dan cepat.

Beberapa proyek membutuhkan kombinasi font yang lebih rumit, contohnya seperti Anda sedang mereplika sebuah tampilan tertentu, seperti sebuah desain era Viktorian yang mewah, atau ketika Anda membutuhkan estetika yang dekoratif. Tapi jika Anda memilih untuk menggunakan font yang bervariasi, efek secara keseluruhannya harus harmonis, tidak bertentangan atau berantakan.

Dribbble/CruzineDesign

Meskipun begitu, seperti halnya elemen desain yang lain, Anda bisa saja berlebihan dalam memilih jenis huruf. Kebanyakan proyek akan memberi keuntungan dari pendekatan yang lebih terkendali dan dipikirkan matang-matang. Cara terbaik untuk menyaring pilihan Anda adalah dengan memberikan setiap font sebuah peran spesifik di dalam desain. Jika Anda menemukan dir menggunakan bermacam-macam font, namun tidak bisa secara pasti memberikan motif pada pilihan Anda, mungkin waktunya untuk mengurangi.

10. Latihan!

Dan yang terakhir tapi bukan yang akhir, sebuah saran yang bersahabat dibandingkan sebuah aturan: Latihan mengkombinasikan font Anda sendiri, ketika tidak ada uang ataupun bos yang memimpin opini pada proyek. Seperti halnya keahlian yang lain, menjadi kompeten membutuhkan banyak latihan. Dan sebagaimana usaha yang paling kreatif, seni dari memasangkan font sering kali merupakan tujuan. Tidak ada rumus yang dapat memastikan untuk menemukan kombinasi huruf yang sempurna.

Di atas kita telah membahas banyak hal tentang apa itu font dan beragam kegunaannya. Mulai dari fungsi font size, ukuran font, dan beragam kombinasi font yang bisa digunakan.


Jadi, ambillah resiko. Bereksperimen. Gunakan intuisi Anda. Terkadang Anda hanya harus merasakan bahwa sesuatu bekerja dengan baik, meski pun secara teknis tidak seharusnya, berdasarkan “aturan-aturan.” Di lain waktu, Anda akan tahu bahwa pasangan font tersebut tidak cocok; cobalah untuk mengetahui alasannya dan belajar dari sana. Ambil dasar tipografi ini sebagai titik awal, dan jika ini cukup membantu Anda, gunakanlah – jika tidak, jangan biarkan ini menahan kreativitas Anda.

Artikel terkait

Lihat semua

Wujudkan ide Anda dalam hitungan menit.

Ekspresikan diri Anda dengan program desain termudah di dunia.