30 tips wawancara kerja

christina-wocintechchat-com-RTJIXQNne68-unsplash

Selamat, kamu sudah berhasil! Resume-mu sudah terbukti baik dan kamu dipanggil untuk wawancara kerja. Sekarang datanglah bagian yang sulit — mendapatkan pekerjaannya. Pengalamanmu sebelumnya akan sangat diteliti, dan kamu memiliki waktu singkat untuk meyakinkan perusahaan tersebut bahwa kamu adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan ini. Mulai dengan beberapa persiapan hati-hati, diikuti dengan beberapa strategi wawancara kunci dan juga komitmen untuk menjadi diri sendiri dan kamu akan ada di jalan yang tepat untuk sukses.

Dalam artikel di bawah ini, kami akan membawamu pada 30 tips wawancara untuk membantu kamu merasa percaya diri dan nyaman saat wawancara kerja berikutnya.

Cara mempersiapkan wawancara kerja

Setiap wawancara yang baik bergantung pada kemampuan mempersiapkan diri secara efektif. Pewawancara akan berharap kamu sudah mempersiapkan diri — hal ini menunjukkan antusiasme, ketertarikan, dan yang paling penting, membantumu untuk memiliki kepercayaan diri di bawah tekanan. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk membuatmu siap dan membuktikan bahwa kamu adalah kandidat yang baik.

1. Analisa pekerjaan

Kamu akan perlu untuk bisa berkomunikasi secara efektif bahwa kamu bisa mengerjakan tugas yang ada di dalam pekerjaan. Terkadang, akan ada tanggung jawab yang sudah dan belum kamu lakukan di pekerjaan sebelumnya dan kamu harus siap untuk memiliki jawaban meyakinkan untuk keduanya. Untuk setiap tanggung jawab yang kamu sudah lakukan, catat dan ingat contoh pekerjaan yang sudah kamu lakukan dengan baik. Sementara untuk tugas yang belum pernah dilakukan dalam konteks profesional, carilah pengalaman personal yang bisa saling terhubung untuk tahu bagaimana kamu akan mengatasinya di masa depan.

2. Riset perusahaan yang akan mewawancara

Saat bicara tentang persiapan, sangat penting untuk mengetahui nilai, misi, dan visi dari perusahaan yang akan mewawancarai kamu. Jangan hanya melihat lima menit website mereka; carilah artikel berita relevan yang menunjukkan bahwa kamu mengerti bagaimana perusahaan ada di pasaran, atau cari tahu tentang kompetitor perusahaan tersebut.

3. Riset kultur perusahaan

Saat ‘kultur’ sudah menjadi sebuah jargon profesional, kata ini adalah sebuah bagian penting dari kehidupan profesional modern dan terkadang, menjadi sebuah cara bagi pewawancara untuk memilih kandidat. Coba lihat statemen misi perusahaan, apa yang ditawarkan untuk calon pekerja di halaman ‘karier’ mereka, dan lihat akun Twitter publik dari mantan pekerjanya untuk mengetahui bagaimana mereka berbicara tentang perusahaan dan rekan kerjanya dari sudut pandang kultur.

4. Riset pewawancara

Mengetahui siapa yang akan mewawancarai akan memberikan konteks yang membantumu saat interview. Apakah itu manajer barumu? Seorang berpengaruh dalam bisnis? Tanyakan informasi tentang siapa yang harus kamu temui sehingga kamu bisa bersiap dan melakukan riset sebelumnya.

5. Berlatih wawancara

christina-wocintechchat-com-HocFQHhGjDE-unsplash

Gambar oleh Christina @ Wocintech.com dari Unsplash

Mendengarkan diri sendiri menjawab pertanyaan standar dengan lantang tidak hanya memberikan jalur jelas dan membantu menetapkan jawaban di dalam pikiran, ini juga bisa mengetes beberapa respon natural. Persiapkan diri untuk pertanyaan yang akan ditanyakan (‘kenapa ingin bekerja dengan kami?’ ‘Apa yang bisa kamu berikan untuk posisi ini?’) dan bicarakan hal tersebut dengan diri sendiri ketika di kamar mandi atau saat membuat kopi.

6. Dan terus berlatih

Kenapa tidak meminta bantuan teman atau keluarga untuk menjadi pewawancara? Semakin sering berlatih, semakin kamu akan semakin otentik saat melakukan interview.

7. Kumpulkan data

Walaupun industrimu tidak memiliki banyak angka, data bisa memberikan bukti konkrit tentang capaian yang sebelumnya kamu dapatkan sehingga bisa digunakan untuk menjual dirimu sendiri. Berapa banyak pembaca reguler yang kamu tambahkan di daftar EDM perusahaan? Apa saja jalur keuntungan yang meningkat saat kamu berada di posisimu sebelumnya? Memiliki beberapa contoh nyata ini adalah cara terbaik untuk menjawab pertanyaan yang dibuat untuk mencari tahu kompetensimu.

8. Ketahui produk

Apapun yang perusahaan buat atau tawarkan, apakah itu sebuah majalah, jasa salon anjing, atau produk kantoran, kamu perlu tahu sebelumnya sebelum kamu melangkah ke wawancara. Perluas riset untuk mengetahui jalur masuk dan keluar dari produk tersebut, sehingga kamu bisa memberikan masukan untuk pengalaman pelanggan dan bagaimana pekerjaanmu akan mengubahnya menjadi lebih baik.

9. Kembangkan pesan sendiri

Pernah memperhatikan bagaimana politisi maju ke garis partai dengan membawa beberapa kata-kata jargon? Ini adalah cara yang manjur untuk membuat keberlanjutan dan kekuatan tapi kamu juga bisa mengaplikasikannya di wawancara kerja untuk meneguhkan bahwa kamu adalah kandidat sempurna untuk posisi tersebut. Lihat kata kunci di situs perusahaan atau material pemasaran yang bisa membentuk sebuah tema—’kerjasama’, ‘inovasi’, ‘tantangan’, misalnya. Saat kamu memasukkan ini ke dalam sifat personal, fokuslah untuk menggunakan kata-kata tersebut selama wawancara.

Refleksikan pesan ini dengan membuat brand personal dalam sebuah kartu nama dengan menggunakan salah satu template kreatif Canva seperti Black and White Square Pattern Web Designer Business Card atau Black & White Edgy Creative Freelancer Business Card ini.

10. Tentukan ceklis personal

Tentukan tiga hal yang ingin kamu sampaikan saat wawancara dan pastikan kamu menyampaikannya. Hal ini bisa berupa hal sederhana seperti ‘saya sangat bangga akan kesuksesan saya mengelola tim dengan lima orang’ atau ‘saya siap dengan tantangan menyerap tim skala nasional’, targetkan untuk mengekspresikan apa yang bisa kamu berikan pada perusahaan selain juga apa yang kamu harap bisa dapatkan ketika menjadi bagian dari perusahaan.

11. Berpakaian untuk sukses

marten-bjork-6dW3xyQvcYE-unsplash

Gambar oleh Marten Bjork dari Unsplash

Kesan pertama sangat berarti—bahkan bisa lebih penting daripada pengalaman kerja sebelumnya, sebut salah satu penelitian. Bagaimana kamu mempresentasikan diri sendiri sangat penting dalam hal ini; memilih pakaian formal, bersih, dan rapi untuk bekerja (bahkan perusahaan start-up yang sehari-hari menggunakan kaos pun mengapresiasi calon pekerja yang memakai pakaian rapi) dan berdandan pantas dengan rambut, kuku, dan sepatu yang bersih.

Yang harus dilakukan ketika mendatangi wawancara kerja

12. Datang lebih awal

Tidak yakin kapan untuk datang saat wawancara? Datang lebih cepat adalah jawabannya. Pastikan untuk datang paling tidak 15 menit untuk menunggu di bagian resepsionis — terlambat bukanlah hal yang baik.

13. Santai

Saat menunggu, berusahalah untuk menenangkan diri sebelum masuk ke dalam ruangan. Ambil napas dalam dan panjang, kosongkan pikiran dari jawaban wawancara dan fokus untuk meningkatkan rasa percaya diri dan ketenangan. Bayangkan dirimu sendiri sukses melakukan beberapa langkah wawancara; menjabat tangan, menyapa pewawancara, dan membuat obrolan kecil sebelum langsung menuju ke jawaban yang sudah kamu persiapkan.

14. Bersikap sopan

Saat santun dan sopan memang harus menjadi kebiasaan sehari-hari, hal ini sangat penting ketika memasuki dunia kerja untuk melakukan wawancara. Kamu tidak akan pernah tahu opini siapa—dari resepsionis hingga staf keamanan—yang akan dilihat untuk mengevaluasi kepantasanmu untuk posisi yang kamu lamar.

15. Pikirkan kesan pertamamu

Kamu sudah berpakaian dengan pantas tapi ada hal lain yang bisa menggambarkan kemampuan dirimu. Datanglah dengan dilengkapi CV dan juga portofolio demonstratif atau contoh dari pekerjaan yang relevan. Akan baik juga untuk membawa buku catatan dan pulpen—kamu tidak akan tahu kapan kamu membutuhkannya dan kamu akan terlihat sangat siap ketika sudah mempersiapkannya.

Buat sebuah portofolio keren untuk menunjukkan pekerjaan terbaikmu dengan template Canva seperti Green and White Media Kit atau Mint Green and White Corporate Social Media Report.

16. Bersikap positif

maranda-vandergriff-7aakZdIl4vg-unsplash

Gambar oleh Maranda Vandergriff dari Unsplash

Bahkan ketika pertanyaan mengacu pada hal negatif (‘apa yang kamu tidak sukai dari pekerjaan sebelumnya?’ contohnya), tetap pertahankan sifat positif. Temukan alasan untuk sesungguhnya mendiskusikan kenapa kamu menyukai atau mempelajari sebuah hal dari situasi atau pekerjaan negatif—akan lebih mudah untuk mengesankan diri sendiri pada calon atasan jika kamu memproyeksikan sikap penyelesaian masalah daripada membuat masalah.

Pertanyaan dan jawaban wawancara kerja

Walaupun setiap industri, perusahaan, dan pekerjaan akan meminta kemampuan yang berbeda, ada beberapa pertanyaan wawancara yang secara universal sangat jelas ditanyakan seorang pewawancara untuk mengerti lebih tentang kepribadian, kecocokan dengan kultur kerja, dan bagaimana kamu mengaplikasikan soft skill dalam konteks kerja sehari-hari. Di bawah ini adalah beberapa contohnya.

17. Cara menjawab: ‘Ceritakan tentang dirimu.’

Pewawancara tidak bertanya tentang bagaimana akhir pekanmu. Gunakan kesempatan ini untuk menangkap dan menunjukkan beragam hal penting yang mereka perlu ketahui tentangmu sebagai seorang profesional—pekerjaan yang paling berpengaruh, keahlian yang ingin ditunjukkan, juga beberapa proyek sebelumnya yang harus ditunjukkan untuk memperlihatkan keahlian.

18. Cara menjawab: ‘Apa kelemahanmu?’

Handari menjawab dengan suatu hal yang tidak benar dan dan berkomunikasi dengan tidak nyata—mengatakan hal seperti ‘aku bekerja terlalu keras!’ tidak memberikan kesan baik. Setiap orang memiliki kelemahan—ini tentang bagaimana kita mengelola kelemahan tersebut menjadi penting dan mengekspresikan apa yang kamu miliki dan mengubahnya adalah kunci. Contohnya, jika kelemahanmu adalah kecenderungan untuk stress saat periode sibuk, sebutkan bahwa kamu melakukan meditasi saat makan siang dan sedang memaksimalkan komunikasi dengan superior untuk mengatasi masalah ini.

19. Cara menjawab: ‘Gambarkan waktu kamu menghadapi tantangan dan langkah apa yang kamu ambil untuk menyelesaikannya.’

Pertanyaan ini membutuhkan refleksi dan eksaminasi diri, berfokus pada kemampuan menyelesaikan masalah dan sikapmu menghadapi tantangan, resolusi konflik, dan bagaimana kamu bertahan di bawah tekanan. Lakukan metode S.T.A.R jika kamu kesulitan menjawab: pertama, berikan konteks situasi untuk pewawancara dengan menunjukkan tantangan dalam dunia profesional dan jelaskan kenapa kejadian tersebut bisa terjadi, lalu jelaskan sedikit tentang bagaimana kamu bisa terlibat dalam tugas tersebut. Langkah aksi kamu butuhkan untuk menjelaskan secara spesifik cara untuk menyelesaikan masalah, didukung dengan alasan kamu memutuskan mengambil langkah tersebut. Lalu, akhiri dengan hasil, yang tentu jelas positif karena kamu berhasil melewati tantangan tersebut.

20. Cara menjawab: ‘Kenapa kamu ingin bekerja dengan kami?’

Di sinilah kesempatan untuk menunjukkan semangatmu untuk posisi dan juga perusahaan—Ini kesempatan untuk secara jelas menunjukkan alasan kenapa kamu melamar. Langkah baik untuk menunjukkan ini adalah dengan menyatukan misi, etos, dan kultur perusahaan dengan jawabanmu.

21. Jelas

Tidak ada yang suka orang banyak bicara. Kamu tidak perlu singkat, kamu hanya perlu jelas—ini berarti memperluas jawaban hingga beberapa kata tapi juga hanya memberikan hal yang relevan akan pertanyaan, pekerjaan, dan dirimu sebagai seorang kandidat.

Wawancara pewawancara

dylan-gillis-KdeqA3aTnBY-unsplash

Gambar oleh Dylan dari Unsplash

Walaupun kamu merasa bahwa pekerjaan ini sempurna untukmu, ingatlah bahwa waktu wawancara adalah untuk kandidat dan perusahaan saling mengenal. Persiapkan pertanyaan yang kamu ingin tahu dari perusahaan. Pikirkan dengan jelas kenapa perusahaan ini menginginkan untuk mempekerjakanmu. Tanyakan tentang kesempatan masa depan dan perkembangan pekerjaan di dalam perusahaan.

22. Tunjukkan bahwa kita mendengar

Melihat ke luar jendela di antara pertanyaan tidak menunjukkan ketertarikan. Latih kemampuan mendengarkan aktif seperti bahasa tubuh setuju termasuk kontak mata, anggukan, bertanya, dan mengikuti bahasa tubuh mereka.

24. Jangan lupakan bahasa tubuh

Selain menunjukkan bahwa kita mendengarkan dengan aktif, bahasa tubuh adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan—mempertahankan kontak mata, duduk dengan tegak, dan seperti yang sudah disebutkan, mengikuti gaya pewawancara akan dengan halus menunjukkan bahwa kamu selaras dengan mereka yang juga ada dalam satu ruangan.

25. Sampaikan semangatmu

Kenapa seseorang dipekerjakan jika mereka tidak peduli akan pekerjaan mereka? Semangat membantu menciptakan, menginspirasi, dan meningkatkan kamu—sebagai pekerja dan sebagai seorang pribadi. Seperti yang disebut dalam Linkedin milik Mike Hull, “Biasanya hanya membutuhkan lima menit dan dua pertanyaan untuk mengetahui bagaimana wawancara akan berjalan. Respon terbaik menunjukkan ambisi, semangat kandidat akan apa yang ia kerjakan dan kejelasan visi.”

26. Jadilah ‘sapi ungu’

Sapi, setelah melihat satu atau tiga atau dua puluh, akan membosankan. Tapi, seekor sapi ungu? Itu luar biasa. Dalam buku Seth Godin Purple Cow: Transform Your Business by Being Remarkable, ia mengatakan “hari ini, cara pasti untuk gagal adalah dengan menjadi membosankan. Satu kesempatanmu untuk menjadi sukses adalah untuk menjadi luar biasa. Jadilah sapi ungu, dan perusahaan akan langsung memisahkanmu dari sapi putih dan hitam, yang tidak tahu cara menjadi ungu.

27. Jawab pertanyaan

Ketika panik dalam wawancara, akan sangat menggoda untuk mengulang isi resume sebagai respon dari pertanyaan, terutama jika beberapa pertanyaan terasa di luar kemampuan, dan didesain untuk mengujimu. Pendiri Interview IQ Karalyn Brown mengatakan “mereka tidak menargetkan pertanyaan itu untuk posisi spesifik atau apa yang orang mungkin minati.” Jadi, akan sangat berguna untuk memiliki beberapa daftar jawaban yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

28. Persiapkan beberapa pertanyaan

charles-deluvio-rRWiVQzLm7k-unsplash

Gambar oleh Charles Deluvio dari Unsplash

Paling tidak miliki tiga pertanyaan yang ingin ditanyakan pada pewawancara: ini menunjukkan bahwa kamu telah mendengarkan, kamu semangat, dan ketiga, ini kesempatan terbaik untuk kembali membahas hal yang sebelumnya tidak tersampaikan dengan efektif. Beberapa orang melihat bagian pertanyaan dalam wawancara sebagai ‘kesempatan kedua’ untuk alasan ini.

Setelah wawancara

29. Kirimkan email lanjutan

Satu langkah terakhir yang banyak dilewatkan adalah pentingnya mengirimkan email lanjutan. Dalam bentuk terima kasih, ini adalah cara meninggalkan kesan dirimu pada para pewawancara sebagai orang yang sopan, hormat, dan yang paling penting, sangat lekat dengan posisi setelah wawancara. Kamu akan sulit dilupakan dari pikiran para pewawancara setelah melakukan langkah sederhana ini.

Ingin membuat kesan yang bertahan lama? Cobalah mengirimkan email yang diakhiri dengan logo profesional untuk menambahkan tanda email seperti White with Black Dots Personal Logo atau Blue with Orange Diamond Icon Personal Logo dari banyak template Canva ini.

30. Minta tanggapan

Jika kamu gagal, meminta tanggapan dengan sopan bisa menjadi jalan untuk mengumpulkan masukan akan apa yang bisa dilakukan lebih baik di wawancara berikutnya.

Senjata rahasia Anda untuk desain yang menakjubkan