Bagaimana Mendesain dengan Warna Monokromatik [dengan Tips Handal dari Seorang Desainer]

desain-dengan-warna-monokromatik

Memilih palet warna untuk proyek desain bisa saja sangat menyakitkan.

Jika Anda memulai dari serpihan, tanpa sebuah panduan gaya atau pilihan dari klien, dari mana Anda memulai? Pertama-tama, Anda bisa memulai dari memilih sebuah skema warna dai halaman-halaman klasik teori warna. Betul, teori warna tidak hanya untuk mahasiswa seni – itu juga bisa membantu desainer menggunakan warna secara efektif, menarik secara visual.

Dan salah satu yang paling termudah untuk “tunggal,” pendekatan ini pada warna tidak hanya menggunakan shade yang sama untuk beberapa kali pada desain Anda. Justru Anda bisa menciptakan sebuah palet warna monokromatik dengan memilih satu warna dasar (secara tradisional memilih satu warna dari 12 warna pada roda warna) ditambahkan oleh beberapa nomor variasi dari warna dasar tersebut. Tipe variasi semacam apakah? Mari lihat pilihan yang kita punya:

  • Shade: warna dasar digelapkan dengan warna hitam.
  • Tone: warna dasar diredupkan (atau desaturasi) dengan warna abu-abu.
  • Tint: warna dasar dicerahkan dengan warna putih.

Membangun palet monokromatik dari shade, tone dan tint menghasilkan sebuah spektrum serba guna dengan pilihan warna untuk setiap bagian dari desain Anda. Anda bisa dengan mudah membuat satu palet dengan peralatan online sepeti Paletton.

Mengapa Anda Harus Mencoba Sebuah Skema Warna Monokromatik

Untuk menambahkan kefleksibilitasannya, palet satu warna bisa menjadi keuntungan untuk proyek desain Anda dan prosesnya, dengan banyak cara:

  1. Membuat hamoni, tampilan visual yang kohesif.
  2. Tidak menarik perhatian hanya pada warnanya saja, tapi juga membuat konten Anda bersinar.
  3. Membantu mengasosiasikan merek dengan warna yang spesifik dan mudah diingat.
  4. Membuat pekerjaan Anda sebagai desainer lebih mudah dan lebih cepat; Anda tidak harus stres dalam memilih warna atau khawatir warna yang sudah dipilih tidak menyatu.

9 Tehnik untuk Mendesain dengan Warna Monokromatik

1. Menyederhanakan Sebuah Desain yang Padat

Terkadang, Anda tidak bisa menghindar dari kebutuhan untuk memasukkan begitu banyak infomasi pada ruangan yang terbatas. Dari pada membuat desain Anda semakin padat dan membuatnya jadi membingungkan karena menggunakan banyak warna, sebuah palet satu warna bisa membantu membuat tata letak menjadi lebih bersih dan lebih terorganisir.

Contohnya, infografis ini sudah cukup padat dengan ilustrasi dan tipografi, namun dengan palet semua-biru menyatukannya secara keseluruhan. Demi kepraktisan, banyak desain yang menggunakan sedikit warna putih atau hitam (untuk teks, latar belakang, dll.) untuk penambahan dalam warna monokromatik. Desain ini menggunakan putih dan abu-abu pada latar belakang untuk membantu membuat grafik warna biru terlihat menonjol.

2. Menambahkan Sebuah Lapisan Warna ke Fotografi

Warna dapat diaplikasikan tidak hanya pada teks dan grafik. Desain yang memiliki fitur fotografi dapat menggunakan skema warna monokromatik dengan mengaplikasikan lapisan warna transparan atau layar diatas. Cara ini sangat cocok dengan foto-hitam-putih-shade warna hitam, putih dan abu-abu menonjol melalui lapisan warna tunggal untuk menciptakan kesan variasi warna:

Contoh diatas menunjukkan bagaimana tehnik ini sangat efektif untuk potret. Perhatikan juga bagaimana warna membantu teksnya semakin terlihat dengan latar belakang yang konsisten.

Tehnik ini juga cocok untuk fotografi berwarna, sebagaimana dengan tata letak situs dibawah ini. Sebuah halaman situs dari fotografi dinding-ke-dinding tanpa batasan apapun diantaranya mungkin terlihat menarik, namun dengan shade warna ungu membantu memberikan struktur tata letak dan kesinambungan.

3. Membentuk Hubungan dan Perkembangan pada Desain Anda

Salah satu keuntungan menggunakan satu warna pada desain Anda adalah kemudahan untuk membuatnya tampil seperti berbagai elemen yang menjadi satu. Bukan hanya sekedar sebuah efek visual; namun juga efek fungsional. Menampilkan fitur dari desain Anda yang berhubungan atau bagaimana desain Anda berinteraksi dengan satu sama lain untuk membantu penonton mengerti akan pesan dan tujuan dari desain Anda.

Contohnya, disini, shade warna hijau memulai dari warna yang lebih terang sampai ke lebih gelap menampilkan perkembangan harga. Peningkatan pada harga koresponden dengan nilai warna – semakin gelap warna, semakin tinggi biaya. Tipe petunjuk visual ini terkesan cerdas, gerakan halus yang membuat desain lebih mudah digunakan.

4. Gunakan Warna yang Terang atau Intens dengan Cara yang Dimengerti

Sebagai seorang desainer, bereksperimen dengan kombinasi warna sangatlah menyenangkan. Namun terkadang, shade warna tajam atau cerah tidak begitu cocok untuk pekerjaan proyek atau klien bisnis. Sebuah palet monokromatik bisa membantu Anda menambahkan variasi pilihan warna Anda yang tidak biasa, menggunakan warna yang lebih “lantang” untuk tampilan yang lebih profesional. Desainer biasanya akan melakukan ini dengan menggunakan warna dasar terang (seperti merah, pehatikan contoh dibawah) dan menciptakan palet dengan shade primer yang lebih gelap dan variasi rendah saturasi (contohnya, tidak terlalu intens).

Desain kartu liburan untuk perusahaan konstruksi ini adalah contoh yang bagus untuk penggunaan tehnik ini. Warna tradisional Natal (merah terang dan hijau) bisa digunakan dengan mencolok. Desain masih memiliki fitur warna merah sebagai sentuhan musiman, namun karena kartu ini untuk urusan bisnis, membuatnya agar tetap terlihat profesional adalah dengan menggunakan warna yang memiliki tone redup.

5. Cobalah Grayscale yang Canggih

Graycale adalah pengaturan cetak yang menggunakan shade warna abu-abu untuk memproduksi variasi warna. Biasanya sering digunakan untuk penghematan pada tinta berwarna ketika melihat desain dengan warna tidak terlalu dibutuhkan. Meski pun begitu, jika Anda tidak sedang mengerjakan proyek cetak, Anda bisa meminjam ide grayscale ini dan menggunakannya pada skema warna Anda sendiri.

Kenapa saya ingin melakukan itu? mungkin Anda bertanya-tanya. Bukankan desain serba abu-abu terlihat membosankan? Tidak juga. Seperti hitam dan putih, palet warna yang memiliki fitur warna abu-abu bisa memberikan tampilan minimalis dan canggih pada desain Anda. Situs dibawah ini mengkombinasikan fotografi hitam-putih, teks warna abu-abu pada menu, dan lapisan warna abu-abu untuk melengkapi latas belakang berwarna dasar putih dengan teks warna hitam.

Namun ingat, jika menggunakan warna abu-abu, Anda tidak harus tetap pada grayscale (yang merupakan semua variasi antara hitam dan putih). Anda juga bisa bermain dengan suhu warna, menggunakan warna abu-abu yang lebih dingin (biasanya agak kebiruan) atau warna abu-abu yang lebih hangat (biasanya warna kemerahan, keunguan, dan kecokelatan). Perhatikan bagaimana gambar header pada situs yang kita lihat memiliki lapisan warna abu-abu yang condong ke biru. Ini menambahkan semburat vaiasi warna dan ketertarikan visual.

6. Pisahkan Desain Anda Menjadi Beberapa Bagian

Warna, terutama pada warna blok, dapat digunakan untuk membagi desain Anda menjadi beberapa bagian – yang merupakan bagian penting agar terbentuk secara terorganisir, tata letak yang mudah untuk digunakan dengan hirarki visual yang bagus.

Desain ini untuk aplikasi kalender dengan fitur shade monokromatik dimana pengaturannya bisa disesuaikan. Menurut saya warnanya juga memiliki aspek interaktif, berubah seiring pengguna mengklik area yang berbeda.

7. Tetap Sederhana

Mungkin ada banyak sekali nomer tint, tone, dan shade yang Anda bisa temukan pada berbagai warna dasar… namun bukan berarti Anda harus menggunakan banyak variasi warna pada desain monokromatik. Dalam beberapa kasus, perbedaan yang halus antara warna tidak terlalu terlihat secara visual. Satu cara agar warna Anda tetap terkendali pada nomer tertentu adalah menggunakannya sebanyak yang Anda butuhkan untuk memisahkan elemen desain Anda – contohnya, tata letak tiga warna sangat tipikal dan mungkin termasuk warna latar belakang, warna teks, dan sebuah warna aksen untuk grafik atau elemen lain.

Atau cek beberapa seri logo ini. Logo-logo ini bisa dengan mudah didesain dengan banyak warna, tapi karena gayanya lebih ilustratif dan detail, palet monokromatik dua warna sudah cukup membuatnya sederhana dan tidak mengganggu ketrampilan dan ketertarikannya, aestetik retro.

8. Gandakan Warna Anda

Jika Anda punya dua desain yang saling berhubungan – mungkin beberapa pamflet untuk seri konser atau pasangan label produk untuk merek yang sama, seperti dibawah ini – warna bisa membuat efek yang menonjol menggunakan dua palet monokromatik yang kontras. Menampilkan dua desain yang berbeda, namun tetap saling berhubungan.

Label air mineral dibawah ini telihat sangat kontras karena menggunakan dua warna (biru dan oranye) adalah warna komplementer, atau berlawanan, pada roda warna. Pada teori warna tradisional (lihatkan, teori warna sangat berguna untuk desainer!) skema warna komplementer dikonsiderasikan menjadi pilihan paling dramatis dan berkontras tinggi untuk seni dan konteks desain.

Telepas dari skema monokromatik dan komplementer, ada empat palet klasik lain yang bisa Anda ambil dari roda warna untuk mendukung desain Anda. Pelajari lebih jauh tentang mereka pada pedoman teori warna untuk desainer.

9. Cobalah Sebuah Skema Hampir-Monokromatik

Sudah disebutkan sebelumnya, terkadang palet warna yang terlalu monokromatik tidak terlalu praktis. Tapi Anda bisa sedikit melenceng dari aturan dan tetap menggunakan esensi skema monokromatik – baik secara visual efek dan fungsinya. Disini beberapa pendekatan umum yang mungkin bisa Anda coba:

Palet Monokromatik + Aksen Warna

Warna pop yang ditambahkan pada warna monokromatik Anda bisa membentuk menonjolkan bagian-bagian penting atau menambahkan ketertarikan visual secara sederhana. Skema tipe ini biasanya paling efektif digunakan ketika warna tambahan memiliki tujuan spesifik pada desain – misalnya, untuk menonjollkan logo atau informasi kontak atau panggilan yang bisa dihubungi segera.

Set kartu nama bisnis ini menggunakan aksen warna biru untuk menonjolkan nama pertama desainer.

Ini adalah contoh yang lain. Alih-alih menggunakan warna abu-abu sebagai warna dasar untuk palet monokromatik sebagaimana contoh gambar sebelumnya, kali ini kita menggunakan warna (turquoise), dengan variasi medium pada latar belakang dan shade yang lebih gelap untuk teks. Membatasi warna monokrom hanya pada dua warna untuk menjaga seleksi warna agar tidak terlalu padat. Untuk sentuhan tambahan, aksen warna oranye mengikat dengan merek logo, dan pada hal ini, digunakan dengan tujuan dekoratif.

Hitam dan Putih

Desainer mungkin memiliki pendapat yang berbeda mengenai kualifikasi skema warna hitam-putih sebagai monokromatik (secara teknis, hitam adalah tidak adanya warna, dan putih adalah kombinasi semua warna) – namun hitam-putih adalah skema warna yang paling mendasar dan mudah digunakan dengan, atau tanpa, satu atau lebih, aksen warna.

Sebagai sebuah perbandingan, Anda dapat mengecek desain dua situs dibawah ini, satu dengan palet hitam-putih saja, dan yang lainnya dengan tambahan warna merah sebagai aksen warna.

Untuk lebih banyak inspirasi desain dengan palet warna hitam-putih, pastikan untuk mengecek pameran 50 contoh yang menonjol.

Keluarga Warna yang Sama

Meski pun secara teknis tidak monokromatik, sebuah palet warna yang ditarik dari keluarga warna yang sama bisa memiliki efek yang sama secara harmoni visual dan pengaturan informasi. Majalah ini memiliki fitur berwarna biru dan hijau yang menonjolkan komunikasi data dengan skema dan grafik. Meskipun ada lebih dari empat atau lima warna yang berbeda, persamaan mereka – pada suhu warna (dingin) dan saturasi (terang) – membentuk sebuah tampilan yang kohesif. Mungin akan berbeda jika menggunakan warna hangat seperti oranye sebagai bagian dari palet.

Kesimpulannya…

Monokromatik, atau satu warna, palet yang serba guna, pilihan yang mudah diaplikasikan untuk berbagai tipe desain. Melalui artikel ini, kita sudah melihat bagaimana warna monokromatik digunakan pada situs, logo, kartu nama bisnis, kemasan produk, dan lebih banyak lagi. Namun Anda tidak harus selalu setia pada definisi tradisional dari monokromatik – menambahkan warna ekstra atau dua warna bisa jadi melengkapi atau melebarkan efek. Sekarang giliran Anda…dengan tips dan tehnik ini, Anda bisa mulai mencoba skema warna monokromatik pada proyek desain Anda. Seperti biasa, selamat mendesain!

Butuh lebih banyak penambahan warna pada desain Anda dengan cara yang efektif? Silahkan langsung menuju kategori Teori Warna dan Sumber Desain, dimana Anda akan menemukan sumber-sumber seperti berikut ini, dan lebih banyak lagi:

  • 100 Kombinasi Warna yang Brilian dan Bagaimana Cara Menggunakanya pada Desain Anda
  • Rahasia 10 Inspirasi Warna yang Hanya Diketahui Desainer
  • Ilmu Neuro tentang Warna yang Mempesona – Dan Pengertiannya untuk Desain

Butuh lebih banyak pedoman?

Untuk membantu Anda dengan desain monokromatik yang berikutnya, kami sudah membuat 25 desain monokromatik yang keren di Canva untuk Anda gunakan. Silahkan klik gambar dibawah ini untuk membuka palet menakjubkan pada akun Canva Anda.

Senjata rahasia Anda untuk desain yang menakjubkan