20 Font untuk CV Versi Terbaik dan Terburuk

font-terbaik-resume

Lebih dari sekadar resume, font untuk CV ternyata memegang peran penting sebuah lamaran kerja. Maka dari itu, kita tidak boleh melewatkan detail sekecil apapun dengan cara memilih font terbaik dan menghindari pilihan terburuk!

Berdasarkan pemahaman umum, resume artinya dokumen atau berkas berisi data diri, rekam jejak pendidikan, pengalaman, hingga pencapaian yang pernah diraih. Biasanya resume dipakai untuk melamar kerja, magang, serta aktivitas lain seperti kegiatan sukarelawan.

Keberadaan resume atau bisa juga disebut Curriculum Vitae (CV) sangatlah penting. Namun, menurut penelitian yang dilakukan oleh situs pencarian kerja TheLadders.com, perekrut hanya menghabiskan enam detik untuk memindai sebuah resume karena mereka biasanya menyeleksi banyak kandidat.

Lantas, bagaimana upaya untuk menarik perhatian tim perekrut? Kunci paling penting adalah memberikan kesan pertama yang baik melalui resume. Anda harus tampil profesional dan rapi mulai dari hal sederhana tapi krusial seperti memilih font untuk CV.

Ada banyak pilihan, tetapi font terbaik adalah font yang mudah dibaca oleh orang lain. Setelah selesai dengan urusan memilih font, maka tuntaskan secara keseluruhan dengan membuat CV yang menarik lewat berbagai macam pilihan contoh template resume di Canva.

Tak hanya memilih jenis tertentu, ketahui juga faktor lain dalam menentukan font. Sebagai contoh, berapa ukuran font untuk CV? Pada umumnya ukuran font adalah 12. Berapa margin untuk CV? Menurut situs howtogeek.com, margin CV yang ideal adalah 1” di bagian atas dan bawah, serta 0,63” di bagian kanan dan kiri.

Merasa stres saat mencari pilihan terbaik untuk resume? Setelah memahami beberapa poin di atas, kini Anda sudah siap membuat CV dengan font terbaik. Kira-kira, font formal apa saja? Simak rekomendasi font untuk CV dari Canva mulai dari pilihan terbaik hingga yang harus dihindari berikut ini!

20 Font untuk CV Versi Terbaik dan Terburuk

1. Garamond

Font untuk CV yang kami rekomendasikan pertama adalah Garamond. Jauh sebelum Times New Roman, Garamond sudah digunakan selama 500 tahun. Itulah kenapa jenis yang satu ini masuk ke dalam salah satu jenis font terbaik. Ada banyak alasan kenapa Garamond cocok untuk Anda pilih.

Versi modern Garamond mampu memberikan kesan klasik tanpa terkesan ketinggalan zaman pada CV. Sebagai bonus, jika Anda kesulitan untuk memadatkan resume dari satu menjadi dua halaman, Garamond bisa membantu memuat lebih banyak teks tanpa mengorbankan kemampuannya dalam dibaca lewat menurunkan ukuran font atau memadatkan desain dengan mengecilkan jarak spasi.

2. Gill Sans

Didesain di Inggris pada tahun 1920an, font jenis sans-serif yang canggih nan sederhana ini mampu membuat resume Anda terkesan klasik serta modern. Sejak saat itu, Gill Sans digunakan sebagai font sistem kereta api Inggris, BBC, hingga menyebar luas ke seluruh dunia.

Anda mungkin juga menyadari bahwa Gill Sans sangat mirip dengan bentuk huruf custom pada poster Perang Dunia II “Keep Calm and Carry On,” yang ditemukan kembali di toko buku Inggris pada tahun 2000 dan kepopularitasannya berlanjut dengan berbagai desain replika. Font untuk CV ini turut didistribusikan dengan Mac OS X dan beberapa perangkat lunak Microsoft sebagai Gils Sans MT.

3. Cambria

Cambria merupakan salah satu font terbaik buat resume yang dipopulerkan oleh program Microsoft Office. Jenis huruf ini (Calibri, Cambria, Candara, Consolas, Constantia, dan Corbel) didesain secara spesifik untuk tampil secara baik pada layar komputer.

Studio yang mendesain Cambria mendeskripsikannya sebagai “Times New Roman baru”. Ia didesain khusus bagi layar monitor, namun tetap ramah untuk versi cetak. Hal itu berkat bentuk konstruksi huruf yang kokoh dan mudah dibaca meskipun ukurannya kecil, sehingga menjadikannya sebagai pilihan yang bagus untuk resume online dan cetak.

4. Calibri

Meski pun ini adalah mode standar dari Microsoft Word sejak 2007, Calibri masih tidak terlalu sering digunakan selayaknya Arial, yang masuk ke daftar “Terburuk” kami karena alasan itu. Font ini punya karakternya sendiri; penulis resume profesional Donna Svei menegaskan bahwa mengetik menggunakan Calibri pada ukuran 12 pt. akan memproduksi 500 sampai 750 kata, panjang yang ideal untuk resume dua halaman.

5. Constantia

Pilihan ketiga dan terakhir kami dari Koleksi Font Ketikan Jelas Microsoft, bentuk bundar dari Constantia membuatnya terlihat lebih ramah dan tidak terlalu kaku seperti kebanyakan jenis huruf serif. Ini juga cocok untuk digunakan pada layar monitor dan dokumen cetak, membuatnya berguna ketika Anda ingin mendistribusikan resume secara digital dan format cetak.

6. Lato

Awalnya didesain untuk penggunaan perusahaan, Lato adalah font sans-serif yang diciptakan untuk terlihat netral pada body copy namun memiliki keunikan pada ukuran besar. Desainer font Lato mendeskripsikannya sebagai “serius namun bersahabat” – sangat pas untuk resume. Lato tersedia dalam banyak jenis berat dan gaya, meski pun berat “hairline,” “tipis,” dan “ringan” agak sulit untuk dibaca pada ukuran kecil. Tersedia untuk diunduh (gratis untuk penggunaan komersial atau personal) dan untuk situs gunakan pada Google Fonts.

7. Didot

Didot adalah font serif spesial dengan tampilan upscale. Jenis yang satu ini bisa memberikan beberapa gaya pada resume Anda dan membuatnya populer secara spesial untuk beberapa industri, seperti mode dan fotografi. Meskipun begitu, tampilan serifnya kebanyakan hadir dalam ukuran besar, sehingga jauh lebih bagus jika Anda menggunakannya untuk heading dibandingkan body copy.

8. Helvetica

Jenis huruf sans-serif Swiss ini dikonsiderasikan oleh banyak desainer dan tipografer sebagai raja dari segala font. Bahkan Helvetica memilki film dokumenternya sendiri. Terima kasih kepada kemodernannya, garis jelas dan kejelasan yang tak terkalahkan, Helvetica banyak digunakan pada banyak hal, mulai dari logo perusahaan (BMW, American Airlines, Microsoft) sampai rambu kereta bawah tanah New York City. Untuk memberikan tampilan bersih dan kontemporer namun tetap profesional pada resume Anda, cobalah Helvetica. Sudah termasuk didalam operasi sistem Mac, namun jika Anda ingin menggunakannya pada Windows, Anda harus membelinya.

9. Georgia

Georgia adalah alternatif lain dari Times New Roman. Font serif ini memiliki bentuk goresan huruf yang tebal dan membuatnya mudah dibaca bahkan dalam ukuran kecil. Ditambah lagi, karena ini dibuat secara spesifik untuk kejelasan pada monitor komputer, font ini terlihat bagus pada dokumen digital apapun, misalnya saja Anda ingin mengirimkan resume dalam bentuk PDF.

10. Avenir

Font sans-serif yang serba guna ini memiliki tampilan yang bersih, yang akan memberikan tampilan diperbaharui pada resume apapun. Font ini memiliki beberapa berat yang bisa Anda gunakan pada bagian dan fitur yang berbeda di resume Anda, tapi Anda harus menghindari berat “buku” dan “ringan,” juga versi padat yang lain – ini akan sulit untuk dibaca. Avenir Next adalah pilihan bagus yang lain; dirilis mengikuti Avenir untuk meningkatkan kemampuan tampilan di layar komputer.

Font Resume Terburuk

1. Times New Roman

Kaget karena Times New Roman masuk ke dalam daftar terburuk? Tidak ada yang salah dengan jenis font ini, hanya saja penggunaannya sudah terlalu sering dan disalahgunakan. Karena sudah terlalu sering dipakai, Anda tidak akan menonjol jika ikut menggunakannya juga. Ditambah lagi, Times New Roman sulit dibaca dalam ukuran kecil dan tampilannya tidak terlalu bagus pada layar.

2. Futura

Sebagaimana Gill Sans pada daftar “Terbaik” kami, Futura diciptakan pada 1920an. Kecuali, jenis huruf sans-serif ini didesain di Jerman dan lebih geometris dalam bentuk. Meski pun bersih, font yang menarik, namun tampilan keseluruhannya terlalu bergaya dan atipikal. Dengan quirknya seperti huruf lowercase yang tingginya tidak biasa dan sebuah kontras jarring bentuk huruf antara tajam dan bulat, Futura lebih bernuansa dekoratif dan menarik (alias sebuah font tampilan, digunakan secara terpisah) daripada font praktis untuk dokumen dengan teks berat seperti resume.

3. Arial

Pada kategori sering digunakan, Arial sama saja dengan sans-serif Times New Roman. Menggunakan font yang sangat biasa (dan, beberapa akan mengatakan, membosankan) kemungkinan menggambarkan kesan pilihan yang malas – tidak memberikan banyak usaha dan pemikiran kedalam resume Anda. Ditambah lagi, Arial pada dasarnya adalah sebuah adaptasi dari Helvetica yang lebih longgar dan konstruksinya tidak biasa. Tidak ada yang salah dengan font konvensional, namun akan ada pilihan sans-serif yang lebih baik diluar sana selain Arial.

4. Courier

Didesain sebagai replika dari tampilan hasil mesin tik zaman dahulu, font Courier memang membuat seseorang seolah mengetik seperti menggunakan mesin tik. Alih-alih bagus, font ini malah membuat CV Anda terkesan dibuat-buat.

Selain itu, karena jenis font Courier monospasi (setiap huruf mempunyai spasi yang sama, bertolak belakang dengan spasi font yang proporsional), hal ini membuat tampilannya sedikit tidak alami, terutama untuk satu halaman penuh dengan teks. Hindari Courier sebagai font untuk CV Anda!

5. Brush Script

Tergoda untuk meletakkan nama Anda di bagian atas resume dengan huruf script yang memberinya kesan tulisan tangan seolah yang memberikan sedikit sentuhan kepribadian? Jangan lakukan itu! Dan jangan menggunakan Brush Script, yang telah digunakan terlalu sering dan membuatnya terlihat murahan dan kuno dibanding terlihat retro atau nostalgia (font ini didesain pada 1942). Di satu sisi, beberapa industri kreatif menawarkan beberapa kelonggaran dengan tampilan resume Anda, jika ragu, yang paling aman adalah tetap bertahan dengan pilihan font konservatif (yang artinya tidak menggunakan script atau font tampilan lain).

6. Comic Sans

Comic Sans dinilai sebagai kesalahan yang fatal pada pemilihan font untuk CV. Font ini diciptakan pada 1994 untuk mereplika tampilan gelembung percakapan di buku komik, dan sampai di situlah kelayakannya.

Tampilan font casual dan kekanak-kanakan, akan menjadi gangguan untuk konten yang bersifat serius. Jika Anda penasaran kenapa orang menggunakan Comic Sans pada sebuah resume, ingatlah bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesalahan!

7. Century Gothic

Century Gothic memiliki tampilan halus, modern, namun terlalu tidak biasa untuk resume. Sebagai tambahan, bentuk huruf yang tipis dari berat ukuran font regular ini sulit untuk dibaca, terutama ukurannya yang kecil.

8. Papyrus

Tidak ada alasan yang bagus kenapa ada yang ingin menggunakan font ini pada resume, tapi beberapa orang menyukainya. Jadi, jika Anda tergoda untuk memberikan resume Anda sentuhan petualang atau udara yang eksotis dengan Papyrus, tolak. Font ini sangat cliché (urutan kedua setelah Comic Sans) yang membuatnya menjadi lelucon – Fast Co. Design meletakannya begini: “seolah semua orang yang pernah mengerjakan proyek sekolah selama delapan tahun belakangan ingin mengatakan ini kepadamu, Papyrus adalah font yang kamu gunakan untuk menulis kata “Mesir.”

9. Impact

Ingin membuat kesan tegas, dan percaya diri pada resume Anda? Anda tidak memerlukan font yang tebal, dan berat untuk melakukan itu. Impact seringnya digunakan dalam kapital untuk headline, namun karena terdapat huruf lowercase, orang-orang sering menggunakannya untuk body copy, dimana menjadikannya tidak mungkin untuk dibaca.

10. Trajan Pro

Ya, Trajan Pro memberikan kesan bermartabat dan penting, namun akan lebih pantas digunakan pada batu prasasti dibandingkan diketik pada resume Anda. Karena jenis huruf ini terinspirasi oleh bentuk huruf yang diukir pada kolom Trajan, sebuah monumen yang didedikasikan Kaisar Roman dengan nama yang sama. Font ini hanya memiliki huruf kapital dan dalam ukuran kecil (tanpa pilihan lowercase), yang membuatnya tidak cocok untuk kalimat baca pada resume Anda. Jadi, menggunakan Trajan Pro untuk penggunaan poster film (lebih dari 400) adalah ide yang sangat bagus, terutama yang dibintangi oleh Russell Crowe.

Kini, Anda sudah memahami font formal apa saja. Perlu dicatat kembali bahwa untuk resume, ukuran font 10 sampai 12 sudah tergolong sebagai ukuran standar. Ukuran lebih besar masih cocok tetapi untuk heading atau subheading.

Ingat, bahwa semua orang yang melihat resume Anda pada komputer akan memiliki perbedaan pada font yang dipasang, dan Anda tentunya tidak ingin memilih sebuah alternatif yang ujungnya akan membuat dokumen terlihat berantakan secara tampilan dan format. Itulah kenapa menyimpan dan mengirim resume Anda dalam bentuk PDF adalah ide yang bagus.

Apakah Anda punya font terbaik versi pribadi atau yang tidak disukai untuk resume? Baca artikel menarik lainnya pada tautan berikut:

Artikel terkait

Lihat semua

Wujudkan ide Anda dalam hitungan menit.

Ekspresikan diri Anda dengan program desain termudah di dunia.