Glosarium Ilustrasi Cantik Dari Istilah-istilah Tipografi Yang Harus Anda Ketahui

Janie Kliever
Janie Kliever

Dunia tipografi seringkali tampak seperti memiliki bahasanya sendiri, penuh dengan serif, stroke, dan swash.

Menyortir semua istilah itu bisa membuat bingung dengan sendirinya, jadi kami telah menyusun glosarium visual yang akan memandu Anda memahami bahasa lingo ini. Apakah Anda seorang desainer tipe huruf yang bercita-cita tinggi atau hanya penggemar tipografi umum. Mempelajari blok bangunan tipografi akan membantu Anda lebih memahami bagaimana cara memilih font yang sesuai dan menerapkan secara efektif pada proyek desain Anda.

Dasar-dasar: Kategori Dan Gaya Tipografi

01. Font/Tipografi:

Kembali pada jaman cetak logam dan mesin cetak, font dan tipografi adalah dua hal yang berbeda - tipografi adalah desain huruf yang spesifik, misalnya Times New Roman atau Baskerville; sedangkan font mengacu pada ukuran atau gaya tipografi tertentu, misal 10 titik biasa atau 24 titik miring (masing-masing dibuat sebagai koleksi sendiri dari huruf cetak metal dan karakter lainnya). Namun, sekarang, banyak desainer yang menggunakan istilah ini sedikit banyak tertukar. Definisi modern terbaik dan paling sederhana yang pernah saya temui (kredit kepada FontShop) adalah sebagai berikut:

“Suatu kumpulan huruf, angka, tanda baca, dan simbol lain yang digunakan untuk mengatur teks (atau yang terkait) materi. Meskipun font dan tipografi sering digunakan secara bergantian, font mengacu pada wujud fisik (apakah itu kasus potongan logam atau file komputer) sedangkan tipografi mengacu pada desain (tampilannya). Font adalah apa yang Anda gunakan, dan tipografi adalah apa yang Anda lihat.

02. Karakter:

Simbol individu dari kumpulan karakter lengkap yang membentuk tipografi; dapat berupa huruf, nomor, tanda baca, dll.

03. Karakter Alternatif / Glyph:

Variasi non-standar (terkadang dekoratif) dari suatu karakter yang hadir sebagai pilihan tambahan dalam file font.

04. Serif:

Garis pendek atau goresan yang menempel atau memanjang di ujung yang terbuka dari sebuah huruf. Serif juga mengacu pada kategori tipografi umum yang telah dirancang dengan fitur ini.

05. Sans-Serif / Sans:

Secara harfiah berarti "tanpa garis". Kategori umum tipografi (atau tipografi individu) yang dirancang tanpa serif.

06. Italic:

Versi miring dari jenis huruf (miring dari kiri ke kanan); true italic benar-benar dirancang secara unik, lebih miring dari versi miring yang tegak (alias. "roman").

Fondasi: Posisi dan jarak

07. Baseline:

Garis imajiner yang digunakan sebagai batas oleh huruf dan karakter lainnya.

08. Cap Line:

Garis imajiner yang menandai batas atas dari huruf besar dan beberapa huruf kecil ascender (lihat definisi Ascender di bagian berikutnya).

09. X-Height:

Tinggi dari huruf kecil suatu typeface (abaikan ascender dan descender).

10. Tracking / Letter-Spacing:

Jumlah seragam dari jarak antar karakter pada teks yang lengkap (kalimat, baris, paragraf, halaman, dll.).

11. Kerning:

Jarak horizontal dari dua karakter yang berturut-turut; menyesuaikan kerning menciptakan tampilan yang seragam dan mengurangi celah ruang putih diantara kombinasi huruf tertentu.

12. Leading / Line-Spacing:

Jarak vertikal dari lajur teks (dari garis belakang sampai garis belakang).

Anatomi sebuah huruf

13. Stroke:

Sebuah elemen linier tunggal yang merupakan bagian dari karakter; dapat lurus atau melengkung.

14. Stem:

Stroke utama (biasanya vertikal) dari sebuah bentuk huruf.

15. Arc of Stem:

Stroke melengkung yang kontinyu dengan stem.

16. Foot:

Bagian dari stem yang sejajar di garis dasar.

17. Descender:

Bagian dari huruf yang turun di bawah garis dasar.

18. Ascender:

Bagian dari huruf kecil yang naik di atas badan utama huruf (di atas x-height).

19. Joint:

Titik di mana stroke terhubung ke stem.

20. Apex:

Titik penghubung paling atas dari sebuah letterform dimana dua stroke bertemu; Dapat berbentuk bulat, tajam/lonjong, rata/tumpul, dll.

21. Vertex:

Titik di bagian bawah karakter dimana dua stroke bertemu.

22. Crotch:

Sudut dalam dimana dua stroke bertemu.

23. Arm:

Stroke horisontal yang tidak terhubung ke stem pada satu atau dua ujungnya.

24. Feet:

Sebuah stroke pendek dan turun pada sebuah bentuk huruf.

25. Shoulder

Sebuah stroke yang melengkung membentang dari stem.

26. Bar / Crossbar:

Sebuah stroke horizontal sebagai penutup.

27. Cross Stroke:

Sebuah garis yang memotong melintas/melalui tangkai sebuah huruf.

28. Bowl:

Kurva penutup, bulat atau lonjong dari sebuah huruf.

29. Counter:

Area tertutup atau sebagian tertutup dari ruang putih suatu huruf; Dibatasi oleh kurva, stroke, atau stem.

30. Aperture:

Area terbuka atau sebagian tertutup ruang negatif yang dibuat oleh counter terbuka.

31. Double-Story:

Jenis huruf yang memiliki dua counter (kebalikan dari versi single-story, yang hanya memiliki satu counter).

32. Terminal:

Ujung stroke yang tidak termasuk serif; termasuk terminal bola (berbentuk melingkar) dan finial (berbentuk melengkung atau meruncing).

33. Swash:

Ekstensi dekoratif atau store pada bentuk huruf; mungkin bagian dari huruf dengan desain atau tersedia baik sebagai tambahan glyph or sebagai tambahan dari karakter standar.

34. Ligatur:

Dua atau lebih huruf yang terhubung membentuk satu karakter; terutama dekoratif (hiasan yang menghubungkan kedua huruf disebut "gadzook").

Pastikan untuk menandai halaman ini sebagai tipografi glosarium Anda dan referensi visual lengkap untuk semua istilah anatomi tipografi yang tercakup dalam artikel ini!