Cara Membangun Komunitas untuk Bisnis Afiliasi

Membangun Komunitas

Kegiatan menjual sebuah produk tentu akan sangat melelahkan jika dilakukan tanpa cara yang tepat. Hal ini bisa menyita waktu, tenaga, dan sumber daya lain. Terkadang, walaupun kita bisa mendapatkan penjualan yang cukup banyak, tapi penjualan tersebut tidak cukup sebanding dengan usaha yang sudah dilakukan. Itulah kenapa membangun komunitas menjadi sangat penting untuk membantu penjualan.

Zaman dulu, membuat komunitas adalah pekerjaan yang sulit. Karena, kita perlu membangun komunitas secara offline. Mulai dari mendatangi beberapa area, mengajak mereka untuk saling berbagi, dan usaha lainnya. Walau begitu, membangun komunitas tetap lebih memberikan banyak kemudahan dibandingkan dengan menjual satu persatu produk secara langsung ke pelanggan.

Namun saat ini, di mana Internet dan dunia digital sudah berkembang, cara membangun komunitas tidak perlu repot-repot seperti dulu. Semuanya bisa dilakukan dengan banyak cara yang lebih mudah; baik mudah untuk pemilik produk, maupun para anggota komunitasnya.

Komunitas online bisa dibentuk lewat media sosial, landing page(opens in a new tab or window) pada suatu situs web dan memanfaatkan fitur-fitur yang dimilikinya(opens in a new tab or window). Dari sana, Anda bisa membangun komunitas yang nyata dan memulai kegiatan-kegiatan di luar dunia digital. Seperti mengadakan kontes, melakukan kegiatan kemanusiaan, presentasi interaktif ala Canva Live(opens in a new tab or window), dan hal lainnya yang bisa membuat komunitas berkembang.

Dengan konsep komunitas yang kuat, maka akan ada hal positif yang bisa didapatkan. Komunitas bisa membantu bisnis dalam mengumpulkan audiens. Dan para audiens fanatik di dalam suatu platform atau akan membantu menyebarkan kebaikan, keunggulan, dan kelebihan dari produk Anda.

Komunitas online adalah salah satu cara terbaik untuk memasarkan produk Canva Pro untuk para mitra afiliasi. Karena, salah satu alasan seseorang akan membeli produk Canva Pro(opens in a new tab or window) sendiri bergantung pada pengalaman banyak orang lain yang telah menggunakannya. Dengan saling bertukar pengalaman, akan banyak orang yang tahu kelebihan-kelebihan dari Canva Pro itu sendiri.

Sebelum memulai lebih jauh, sebaiknya kita mengetahui lebih dalam tentang komunitas.

Apa yang dimaksud dengan Komunitas?

Secara definisi umum, komunitas adalah sebuah unit sosial (kelompok dari banyak orang atau hewan) yang memiliki kesamaan seperti tempat, norma, nilai, kebiasaan, atau identitas. Komunitas bisa berarti saling berbagi tempat atau area geografis (misalnya: negara, desa, kota, atau lingkungan) atau juga tempat virtual seperti yang bisa kita temukan di internet, media sosial, atau media komunikasi lainnya.

Komunitas biasanya dibentuk di sebuah minat yang sama dan menjadi sebuah wadah untuk para anggotanya berinteraksi, berbagi, sekaligus bertukar informasi tentang sesuatu. Sebuah brand akan sangat terbantu ketika mereka membangun sebuah komunitas. Karena komunitas sendiri bisa menjadi cara terbaik untuk memperluas eksposur sebuah brand di masyarakat luas.

Komunitas terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis komunitas ini bisa dilihat dan diketahui dengan mudah. Jenis-jenis komunitas di antaranya adalah komunitas berdasarkan:

  1. Minat
  2. Lokasi
  3. Komuni/keinginan.

Kebanyakan jenis-jenis komunitas ini dibuat berdasarkan dari hal kesamaan/kemiripan yang menonjol. Misalnya, komunitas berdasarkan minat tidak eksklusif pada minatnya saja tapi juga bisa berdasarkan lokasi. Contohnya, Komunitas Blogger adalah komunitas berdasarkan minat. Namun komunitas blogger juga bisa lebih spesifik lagi berdasarkan lokasi menjadi Komunitas Blogger Jakarta.

Dari sana kita bisa melihat cici-ciri suatu komunitas yang ada di sekeliling kita. Ciri-ciri suatu komunitas adalah

  1. Punya sejumlah orang yang membicarakan hal yang sama,
  2. Berada di suatu tempat yang sama (di area nyata maupun digital lewat media sosial)
  3. Punya tujuan yang sama.

Komunitas dibangun dari interaksi yang berdasarkan atas rasa percaya antar anggota-nya, hal ini bisa memberikan sebuah nilai tambah untuk brand.. Hal ini bisa membuat brand lebih mudah dipercaya oleh komunitas dan orang lain, dibandingkan dengan metode pemasaran konvensional lainnya.

Komunitas sendiri berbeda dengan organisasi. Perbedaan organisasi dan komunitas terletak pada tata cara komunikasi dan juga tujuannya. Di dalam organisasi, semua anggotanya tetap bisa berkomunikasi secara bebas, tapi keputusan tetap ada di pimpinan organisasi. Sementara itu, komunitas lebih egaliter dan keputusan tidak mutlak ada di tangan pemimpin.

Perbedaan organisasi dan komunitas juga ada pada tujuannya. Tujuan utama dari organisasi biasanya berorientasi pada kemajuan organisasi. Sementara itu, tujuan komunitas berorientasi pada kemajuan setiap anggotanya masing-masing.

Apa tujuan membangun Komunitas?

Tentunya ada alasan tersendiri kenapa kita perlu untuk membangun komunitas. Salah satu tujuan komunitas di antaranya adalah untuk saling membantu antar anggota. Inilah nilai tambah pemasaran lewat komunitas dibandingkan dengan cara pemasaran lainnya.

Jangan terlalu memaksakan harus menjual atau memasarkan sesuatu. Sebaliknya, bantulah anggota komunitas menjadi lebih baik, tawarkan value (nilai) lebih sehingga anggota ingin terus bergabung di dalam komunitas bahkan merekomendasikannya ke orang lain.

Secara umum, tujuan atau visi misi komunitas juga bisa dibagi menjadi beberapa hal. Di antaranya adalah:

  1. Tempat bertukar informasi akan sesuatu. Informasi ini bisa hadir dengan lebih cepat dan akurat di dalam komunitas. Contoh komunitas misalnya adalah komunitas game online, di mana informasi terbaru tentang game bisa didapatkan dengan mudah antar anggotanya.
  2. Tempat membangun relasi. Setiap anggota komunitas, walaupun punya suatu kesamaan, pastinya juga memiliki sebuah perbedaan latar belakangnya. Misalnya kita ambil contoh komunitas Canva Pro, biasanya penggunanya adalah pebisnis, mahasiswa, pemasar digital (digital marketer), atau bahkan dari latar belakang lain. Karena adanya latar belakang yang berbeda, maka para anggotanya bisa saling mendapatkan informasi tentang bagaimana Canva Pro digunakan pada profesi yang berbeda, sehingga bisa mendapatkan perspektif baru. Misalnya, pengguna dengan latar belakang digital marketing bisa memberikan perspektif baru untuk pengusaha rumahan, dan lain sebagainya.
  3. Sarana membangun keahlian/keterampilan masing-masing anggota. Seperti yang sudah dibahas di atas, komunitas juga bisa jadi tempat untuk saling mengembangkan anggota komunitas. Saling berbagi ilmu, informasi, dan perspektif bisa membuat setiap anggota jadi lebih baik lagi. Komunitas bisnis rumahan misalnya, akan berisikan anggota yang bisa bertukar masalah dan cara menangani hal-hal terkait bisnis.

Keuntungan Membangun Komunitas

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, komunitas bisa memberikan dampak positif untuk para anggota di dalamnya. Tidak hanya itu, komunitas juga bisa membangun sebuah rasa percaya atau trust akan sebuah brand dengan lebih baik.

Tapi, ada juga beberapa keunggulan lain yang bisa didapatkan dari membangun komunitas.

Cara membangun komunitas yang baik bisa memberikan keuntungan yang besar untuk bisnis afiliasi Anda. Yang pertama adalah bisa memberikan Return of Investment (ROI) yang lebih tinggi. Hal ini karena lewat komunitas Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal dibandingkan dengan proses pemasaran konvensional lainnya. Selain itu, target pengguna komunitas biasanya sudah jelas dan lebih fokus. Sehingga bisa membuat angka konversi menjadi lebih tinggi.

Selain itu, menjadi bagian dari komunitas juga memberikan rasa spesial, khusus, atau eksklusif. Hal tersebut bisa memicu bahwa brand atau produk yang ditawarkan juga terasa lebih spesial.

Dalam wadah komunitas sendiri kita akan bisa lebih mudah untuk memberikan nilai lebih dalam kehidupan para anggota lewat solusi yang kita tawarkan. Contohnya, untuk para mitra afiliasi Canva, kita akan bisa dengan mudah memberikan solusi untuk masalah-masalah desain yang dihadapi para anggota komunitas.

Dengan demikian, Anda akan jadi punya peluang lebih besar untuk bisa mengubah anggota komunitas menjadi pelanggan. Keraguan pelanggan atau anggota juga berkurang drastis akan produk ini karena memiliki komunitas yang kuat. Jika ada hal yang kurang dipahami, cara yang tidak jelas, atau hal lainnya, informasinya mudah didapat karena anggota komunitas sudah siap saling membantu.

Menurut penelitian tahun 2019 yang dilakukan oleh CMX(opens in a new tab or window), 85% pebisnis sendiri setuju bahwa dengan membangun komunitas, maka kepercayaan dan juga pengalaman dari audiens atau pelanggan akan meningkat.

Media sosial kini jadi sebuah platform untuk membangun komunitas yang sangat tepat. Karena media sosial sendiri punya sebesar 97% orang berusia 16 hingga 64 tahun. Rentang usia yang luas ini menjadikannya ada banyak calon anggota komunitas yang potensial. Mereka juga potensial menjadi target pasar Anda.

Komunitas media sosial sendiri bisa menjadi sebuah tempat yang baik untuk mempromosikan Canva Pro. Terlebih karena target pengguna Canva Pro bukan hanya mereka yang telah biasa melakukan desain. Tapi juga untuk para pengguna yang belum bisa atau baru memulai mendesain. Canva bisa menjadi alternatif baik untuk membantu proses desain mereka sehingga menjadi lebih mudah.

Bagaimana cara membangun sebuah komunitas dengan media sosial?

Media sosial kini juga dimanfaatkan banyak brand sebagai ruang untuk memasarkan produknya. Anda tentunya juga bisa melakukan hal yang serupa. Namun, daripada membuat sebuah strategi pemasaran media sosial yang biasa, sebaiknya kita melakukan pendekatan membangun komunitas untuk produk yang ingin kita pasarkan, Canva Pro.

Seperti yang sudah dibahas di atas, memasarkan brand atau produk dengan pendekatan komunitas akan menumbuhkan loyalitas terhadap brand itu sendiri. Tentunya kita sangat ingin para anggota komunitas yang nantinya menjadi pengguna Canva Pro lewat afiliasi Anda akan loyal.

Loyalitas dari para anggota komunitas sendiri bisa didapatkan setelah kita memberikan informasi yang lengkap lewat cara yang kreatif. Mulai dari memberi informasi tentang keunggulan fitur, manfaat yang bisa didapatkan oleh banyak orang mulai dari pelajar hingga pemilik bisnis, sampai kemudahan Canva yang bisa digunakan untuk kebutuhan personal. Seperti membuat desain logo usaha sampingan, potong audio(opens in a new tab or window) untuk dimasukkan ke dalam video iklan, sampai lembar mewarnai untuk anak-anak di rumah.

Cara membangun komunitas yang efektif di media sosial adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Kenali audiens

Audiens adalah bagian terpenting dari komunitas. Audiens atau anggota komunitas lah yang menentukan apakah komunitas bisa berkembang dengan sangat baik atau tidak.

Anda perlu mengetahui demografi audiens. Mulai dari usia rata-rata, profesi para audiens, jenis kelamin, bahkan sampai latar belakang pendidikannya jika perlu. Dengan begitu, kita bisa mencari tahu bahasan apa saja yang perlu untuk dibahas dan diungkap di dalam komunitas. Nantinya, hal tersebut bisa dijadikan sebuah sarana untuk memecahkan masalah-masalah yang ada.

  • Bahas dan pecahkan beragam masalah

Seperti sudah dibahas di poin sebelumnya, Anda perlu untuk mencari tahu permasalahan atau masalah yang dihadapi oleh para anggota atau audiens komunitas. Misalnya, banyak anggota komunitas yang kesulitan untuk membuat desain menarik untuk produk jualannya. Atau ada anggota yang perlu cara cepat untuk menyelesaikan presentasi(opens in a new tab or window) kuliah yang deadline-nya tinggal sehari.

Di sanalah Anda hadir untuk memberikan tips cara terbaik mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh anggota komunitas. Jangan lupa sertakan juga link afiliasi Anda dan sertakan alasan kenapa berlangganan Canva Pro bisa membuat masalah mereka teratasi lebih mudah dan cepat lagi.

  • Buka ruang diskusi dan komunikasi

Ya, Anda perlu untuk mencari tahu masalah yang dihadapi anggota dan mengungkapkannya. Tapi ingatlah bahwa komunikasi dan juga diskusi di dalam komunitas adalah sebuah keharusan. Diskusi tidak hanya terjadi satu atau dua arah, tapi bahkan dari banyak arah. Setiap anggota harus bisa mendapat ruang untuk diskusi dan berkomunikasi.

Pastikan Anda membuka izin menuliskan komentar atau memposting sesuatu di dalam komunitas media sosial. Di Facebook misalnya jangan batasi izin dari pengguna. Perbolehkan siapapun anggota untuk bisa membuka bahasan masalah dan juga memberikan komentar. Hanya saja, awasi komentar dan bahasan jangan sampai melenceng dari topik utama yang dimiliki oleh komunitas Anda.

  • Kenali apa yang diinginkan audiens

Audiens tentu ingin semua masalah yang dihadapi terpecahkan, terutama dengan produk yang Anda pasarkan (Canva Pro). Tapi, audiens bukan hanya menginginkan hal tersebut. Anggota komunitas juga ingin mendapatkan perspektif atau sudut pandang baru yang bisa membantu hidup mereka.

Jadi, jangan tunggu sampai mereka mendapatkan masalah untuk membuat konten bagi anggota komunitas. Carilah inspirasi dan buat tips tentang bagaimana cara mereka mengembangkan bisnis dengan desain, membuat presentasi yang menarik, mengadakan diskusi tentang pentingnya sebuah logo(opens in a new tab or window), label(opens in a new tab or window), stiker(opens in a new tab or window), mockup kaos(opens in a new tab or window), dan lain sebagainya.

  • Buat konten otentik

Terakhir, jangan menjiplak konten dari komunitas lain. Ya, komunitas serupa akan punya masalah yang cukup mirip. Hanya saja, jangan membahas hal yang sama persis dengan komunitas lainnya.

Melakukan hal ini tidak akan memberikan nilai tambah untuk produk atau brand yang kita pasarkan. Kita bisa mengambil masalah yang sama, tapi membuat konten yang berbeda dan lebih baik daripada yang dibuat di komunitas lainnya.

Bagaimana pun juga, produk atau brand yang Anda pasarkan pasti punya kelebihan yang lebih dibanding produk lainnya. Apalagi produk tersebut adalah Canva Pro yang memang memberikan banyak kemudahan untuk penggunanya.

Artikel terkait

Wujudkan ide Anda dalam hitungan menit.

Ekspresikan diri Anda dengan program desain termudah di dunia.