Cara membangun tim kolaboratif

Startup Stock Photos

Ketika kamu membangun sebuah bisnis, kamu ingin bisnismu menjadi sukses. Dan sebagian besar dari sukses datang dari tim yang kamu bentuk.

Agar bisnis bisa sukses, kamu membutuhkan sebuah tim yang bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah. Apakah itu membangun sebuah strategi marketing inovatif, menyediakan servis level tinggi untuk klien dan pelanggan, atau meluncurkan sebuah produk baru.

Tapi tidak semua tim dibuat sama—dan jika kamu ingin membangun sebuah tim kolaboratif dan bekerja sangat baik yang bisa membawa bisnismu ke level yang lebih tinggi, kamu memerlukan strategi yang tepat.

Jadi, seperti apa sebenarnya strategi tersebut? Berikut ini adalah beberapa tips terbaik untuk membangun sebuah tim kolaboratif (dan membangun sebuah bisnis sukses sebagai hasilnya):

Biarkan tim merasakan menjadi orang lain

pixabay-team-shadowing

Gambar dari rawpixel di Pixabay

Agar karyawan bisa bekerja secara kolaboratif, mereka perlu mengetahui pekerjaan dari anggota tim lain. Jadi kenapa tidak memberikan mereka kesempatan untuk mencoba pekerjaan tim lain?

Secara berkala, biarkan karyawan untuk mengikuti anggota tim, pekerjaan, dan departemen lain. Dengan memberikan karyawan kesempatan untuk melihat gambaran besar dari bisnis, mereka akan mendapatkan wawasan lebih luas tentang fungsi setiap anggota tim—dan bagaimana mereka bisa bekerja lebih baik dengan setiap tim.

Sebagai contoh, biarkan tim pemasaran duduk dalam sebuah presentasi dengan para sales eksekutif. Ini akan memberikan tim pemasaran sebuah pengertian lebih tentang bagaimana penawaran terjadi di saat yang sebenarnya—membuat mereka mengembangkan materi dengan target yang lebih baik untuk tim sales gunakan ketika mengembangkan bisnis. Atau, contoh lainnya, biarkan tim software engineers mengikuti tim layanan pelanggan. Melihat problem yang dihadapi oleh tim layanan pelanggan setiap hari akan membuat para engineers mengidentifikasi area di mana pelanggan mendapatkan masalah, dan membuat perubahan di dalam aplikasi atau perangkat lunak yang akan memudahkan tim layanan menyediakan servis yang lebih baik lagi.

Intinya, menyediakan waktu karyawan untuk bekerja di dalam dan dengan tim dan departemen lain akan memberikan mereka gambaran lebih besar tentang fungsi bisnis—dan akan membuat ini lebih mudah untuk setiap karyawan, tim, dan departemen untuk bekerja bersama.

“Setahun sekali, kami meminta anggota tim untuk bekerja di departemen lain selama satu hari. Tim sales bekerja dengan tim layanan pelanggan, tim layanan pelanggan bekerja dengan tim pemasaran, pemasaran bekerja dengan sales, dll. Dengan melakukan ini, karyawan mengerti apa yang kolega mereka kerjakan sehari-har. Ini adalah cara yang baik untuk membentuk sebuah tim yang lebih kolaboratif,” ucap Gregory Golinski, Kepala Pemasaran Digital untuk YourParkingSpace.co.uk.

Tidak hanya menggabungkan tim berbeda bersama membantumu membuat tim yang lebih kolaboratif, tapi itu juga membantu tim untuk membangun resume mereka. Membutuhkan sebuah resume untuk menunjukkan keahlian unik? Mulailah dengan sebuah template resume Canva, seperti Neon Green Simple Resume atau Modern Floral Feminine Creative Resume.

Bangun sebuah kultur tim sebagai tim

pixabay-fist-bump

Gambar dari rawpixel di Pixabay

Untuk membangun sebuah tim kolaboratif, kamu perlu kultur korporasi kolaboratif. Jadi kenapa tidak membangun kultur kolaboratif tersebut?

Daripada memberikan sebuah kelompok kecil (seperti tim eksekutif) tugas untuk mendefinisikan kultur perusahaan, buatlah sebuah pengalaman kolaboratif dan libatkan seluruh tim. Tanya mereka kultur seperti apa yang mereka ingin bangun. Dengan melibatkan tim dalam proses, kamu membangun sebuah kultur kolaboratif sejak hari pertama—dan kultur tersebut akan memungkinkan tim untuk bekerja lebih kolaboratif.

“Jika kamu tidak aktif memutuskan dan menentukan sebuah kultur maka hal itu akan ditentukan untukmu dan itu bisa menghancurkan kolaborasi,” ucap Dr. Vince Repaci, Pelatih Senior di LOVR Atlantic. “Kami melibatkan semua anggota tim untuk duduk bersama dan berdiskusi juga menentukan apa kultur tim yang dimiliki dan bagaimana mereka akan memperlakukan antaranggota tim. Dan ketika kita memutuskan tim untuk menulis dan menyepakatinya maka itu yang berlaku di kantor. Dengan memberdayakan untuk mendesain dan berkomitmen pada standar mereka sendiri kamu meningkatkan keterikatan.”

Ketika tim telah bertukar pikiran tentang kultur yang mereka ingin bangun, kamu akan ingin menutup detailnya dan menuliskannya dalam sebuah kertas. Ubah kultur perusahaan ke dalam sebuah presentasi visual dengan menggunakan template presentasi Canva, seperti Pink and Red Fashion Portfolio Professional Presentation atau Blue Central Project Architecture Presentation ini.

Pastikan semua memahami visi dan nilaimu

unsplash-mission-and-values

Foto oleh Charlie Firth di Unsplash

Jika kamu menyadari tim kesulitan untuk berkolaborasi, ini bisa jadi karena mereka tidak memahami penuh.

Menurut Dr. Paul G. Schempp, Direktur Laboratorium Penelitian Sport Instruction di University of Georgia, ada dua elemen utama dalam membangun tim kolaboratif. Yang pertama, visi bersama. “Setiap orang harus sepakat akan tujuan utama dari tim,” ucapnya. “Lainnya adalah cara berpikir dari ‘dalam 10 tahun, ketika kita melihat lagi apa yang kita capai bersama, apa yang ingin kita lihat?’ Jika sebuah tim tidak memilikinya, kamu tidak memiliki apapun karena setiap orang akan pergi ke arah dan tujuan berbeda dan tim tidak akan ke mana-mana.”

Yang kedua adalah visi bersama. “Ketika kamu tahu ke mana kamu akan menuju, apa yang menjadi prinsip panduan yang akan membawamu ke sana. Apakah setiap orang akan menjalankannya? Apa yang mendefinisikanmu sebagai sebagai sebuah tim?” ucap Schempp.

Jika anggota tim tidak berada dalam satu visi dan satu nilai yang sama, ini akan membuat mereka sulit bekerja bersama—jadi, sebagai sebuah bisnis, penting untuk mendefinisikan nilai dan visi dan membuat semua orang memahaminya.

  • Ke mana bisnis menuju?
  • Apa yang kamu kerjakan untuk ke sana?
  • Apa tujuanmu?
  • Apa yang kamu nilai sebagai perusahaan?

Mencari waktu untuk menjawab pertanyaan besar ini—dan memastikan semua orang sepakat dengan jawabannya—akan sangat berguna untuk membangun sebuah tim kolaboratif yang bekerja baik.

Kamu tentu ingin membagikan misi dan nilai dengan tim—tapi kenapa tidak membagikannya dengan pelanggan juga? Sebarkan ini ke berbagai platform sosial dengan template grafis sosial Canva, seperti Coral Brushstroke Quote Instagram Post atau Blue Simple Winter Quote Instagram Post ini.

Gunakan teknologi untuk menyatukan tim bersama

Jika tim yang dimiliki adalah tim jarak jauh, kolaborasi bisa sangat menantang. Menantang—tapi bukan tidak mungkin! Di era budaya teknologi tinggi sekarang, ada banyak perangkat di luar sana yang memudahkan kita menciptakan kolaborasi di dalam tim jarak jauh. Beberapa teknologi yang kamu tentunya ingin gunakan di antaranya:

Slack

slack-on-phone

Gambar dari Slack

Ketika tim bekerja bersama dalam satu lokasi, obrolan bisa terjadi secara organik. Orang akan bisa mendatangi dan mengobrol sambil ngopi, berjalan ke meja seseorang dan menyapa, atau sekadar ngobrol cepat di lorong saat berjalan ke dalam rapat. Dengan tim jarak jauh, kamu harus membuat kesempatan untuk berbincang, dan di sinilah Slack hadir.

Slack menyajikan komunikasi, obrolan, dan kolaborasi dalam waktu nyata di antara tim. Kamu bisa membuat kanal dan topik untuk tim yang berbeda (seperti kanal untuk tim pemasaran atau sebuah kanal untuk berbagi berita tentang perusahaan atau tim), membuat lebih mudah untuk menciptakan perasaan persahabatan dan kolaborasi yang terjadi secara organik ketika tim bekerja di lokasi yang sama.

Slack juga mempermudah untuk berbagi dokumen dan alur pekerjaan, menentukan rapat—seperti apapun yang dibutuhkan oleh tim jarak jauh kolaboratif, semuanya di dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.

Perangkat video

zoom-meeting

Gambar dari Zoom

“Berkomunikasi lewat video sangat efektif untuk membuat semua orang terhubung dan kolaboratif,” ucap sales dan marketing strategist Amber Vilhauer, yang bekerja dalam tim jarak jauh. “Saya senang merekam sebuah video singkat Loom video…” ketika ditanya apa yang membuat mereka sukses. “Ini adalah sebuah cara yang sangat personal untuk terhubung dengan semua orang karena kita sangat jauh dan ini membuat membuat semua orang lebih terikat.”

Ada beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk konferensi video (seperti Zoom atau Google Hangouts) untuk mewadahi kolaborasi di dalam tim jarak jauh. Seperti yang disebutkan Vilhauer, mengirimkan pesan video dibandingkan email. Buat pertemuan video di mana tim mu bisa bertukar pikiran secara tatap muka. Buat “jam santai virtual” secara berkala di kalender sehingga tim bisa rileks dan menciptakan sebuah koneksi yang lebih dalam di luar hal yang berbau pekerjaan. Gunakan perangkat lunak video untuk membangun rasa konektivitas yang lebih kuat dengan tim—dan ciptakan tim yang lebih kolaboratif sebagai hasilnya.

Google Drive

Google docs animation

GIF dari G Suite Updates

Jika kamu membangun sebuah tim kolaboratif, tim kamu harus bisa berkolaborasi dalam pekerjaan dalam waktu nyata.

Masuklah Google Drive.

Google Drive memungkinkan semua orang di dalam tim untuk mengakses dan mengerjakan file dalam waktu nyata—menjadikannya lebih mudah bagi tim untuk berkolaborasi dalam tugas, tidak peduli di mana mereka berada.

Contohnya, ketika mereka membuat sebuah rilis pers untuk mengumumkan sebuah produk. Dengan Google docs, kamu bisa melibatkan anggota Humas-mu di Australia dan Manager Pemasaran di AS bekerja dalam satu dokumen yang sama di waktu bersamaan untuk memastikan kedua tim memasukkan poin penting mereka di dalam rilis.

Google Drive akan memberikan tim di seluruh dunia kemampuan untuk bekerja bersama dalam proyek di waktu nyata—dan jika ini tidak bisa membangun sebuah tim yang kolaboratif, kami tidak tahu lagi apa yang bisa.

Bangun bentuk tim kolaboratif yang akan membawa bisnis ke level yang lebih tinggi

Tim kolaboratif berperforma tinggi adalah keharusan jika kamu ingin membawa bisnismu ke level berikutnya. Dan sekarang kamu tahu cara membangun sebuah tim kolaboratif, yang tinggal dilakukan? Pergilah dan mulai membangun dari sekarang!

Senjata rahasia Anda untuk desain yang menakjubkan