Panduan dasar pemasaran online untuk bisnis kecil

Print

Pertama-tama: Dunia digital sangat penuh sesak. Dengan bisnis kecil yang tidak terhitung (dan juga bisnis besar) mencari perhatian dan uang, bagaimana pelanggan bisa menemukanmu? Triknya adalah temukan mereka terlebih dahulu. Dan kamu memiliki sebuah rangkaian ide pemasaran online dalam lima hal untuk membantumu melakukannya.

Kamu punya ide bagus, bungkus ide tersebut ke dalam sebuah produk atau servis menarik dan luncurkan dalam website, lalu sekarang hanya tinggal ongkang kaki dan biarkan para pelanggan untuk masuk, kan?

Salah.

Sayangnya pepatah lama ‘jika kamu membuatnya, orang akan datang’ tidak berlaku dalam bisnis online—apalagi tidak saat kamu berkompetisi dengan setiap situs dot com dan lainnya. Sebagai seorang pemilik bisnis kecil, adalah kebebasanmu untuk memberikan apa yang ingin ditampilkan pada target pasar—dan hal ini, yang paling dasar, adalah marketing atau pemasaran.

Hal pertama dan yang paling penting kamu perlu untuk mengetahui siapa target pasarnya (petunjuk: mereka mungkin sama sepertimu), cari tahu di mana mereka menghabiskan waktu mereka (kemungkinan besar hidung mereka ada di depan layar smartphone) dan posisikan bisnis di antara mereka.

Perusahaan besar senang mengeluarkan uang jutaan untuk pemasaran, tapi menyebarkan pesan dan menunjukkan nilaimu tidak memerlukan banyak biaya. Kami telah mengumpulkan beberapa ide pemasaran gratis di lima strategi marketing digital yang akan membuat perusahaanmu berada di depan.

1. Search engine optimization (SEO)

Gambar dari Canva

Sangat sederhana, SEO adalah proses mengoptimasi website untuk mendapatkan traffic organik, tidak berbayar dari mesin pencarian. Websitemu adalah sebuah alat pemasaran, jadi kamu pasti ingin ia bisa dicari dan bertengger di rangking Google yang tinggi (apalagi sebanyak 75% pelanggan tidak akan melihat halaman lain selain halaman pertama hasil pencarian. Ini nyata).

SEO sangat penting, inilah kenapa biasanya perusahaan memiliki satu tim sendiri—bahkan departemen—untuk melakukannya, tapi jangan biarkan hal ini mengintimidasimu. Sebagai pemilik bisnis kecil, cara paling langsung untuk melakukan SEO sendiri adalah:

  • Optimasi situs untuk desktop dan mobile. Lebih dari website traffic berasal dari mobile atau smartphone, jadi situsmu perlu untuk ramah dan mudah digunakan untuk beragam platform. Kamu bisa mengetes dan meningkatkan penggunaan situs mobile dan memperbaiki isu kecil seperti spacing dan ukuran font menggunakan perangkat seperti Google Search Console.
  • Lakukan riset kata kunci. Masuk ke dalam kepala pelanggan. Apa yang akan mereka ketikkan ke dalam mesin pencari? Apa yang hal yang membuatmu ingin ditemukan? Jika kamu adalah toko bunga online, misalnya, kamu akan ingin memasukkan kata-kata “toko bunga di (kota, provinsi)”. Kata kunci harus muncul dalam judul (seperti di, judul halaman web-mu), meta tags (di bagian back end), dan bagian header, sub-header, dan konten dari halaman.
  • Fokus pada fungsi. Apakah situs mudah untuk digunakan? Bagaimana soal kecepatannya? Pelanggan akan pergi (dan tidak untuk hal baik) jika sebuah situs memakan waktu terlalu lama untuk memuat. Percepat dengan hanya menggunakan plugin yang digunakan, pastikan bahwa gambar yang digunakan tidak terlalu besar (kurang dari 500kb akan membantu), dan gunakan PageSpeed Insight tool milik Google.
  • Beri sentuhan desain berseni. Websitemu adalah gambaran dari nilaimu—dan sebuah faktor penting dalam menentukan apakah pelanggan melihatmu sebagai bisnis yang kredibel. Jadi, singkatnya, pastikan website menarik.

Tips desain: Gunakan template website atau template presentasi dari Canva untuk menjamin kesan pertama yang baik. Pilih tema yang merefleksikan kecantikan brandmu atau unggah sendiri logo dan font dan pilih sendiri warnanya di bagian editor. Bagikan desain multi-page sebagai situs interaktif dan boom, kamu siap live!

Biarkan produkmu berbicara dengan template minimalis dan menarik seperti Decor Online Store Website, atau buat hal kreatif, profesional, dan ringkas dengan Scallop Seashell Photographer Portfolio Website.

2. Pemasaran ulang

Gambar dari Canva

Kamu tahu bagaimana teko yang kamu cari secara online selalu muncul dalam setiap situs yang kamu datangi? Ini dinamakan pemasaran ulang (remarketing). Atau sebagian orang menyebut, ‘retargeting’. Iklan web ini dikelola dan dioperasikan lewat Google Ads (sebelumnya Google AdWords) dan mengikuti orang yang menunjukkan ketertarikan pada situsmu, tapi belum terkonversi, mengingatkan mereka betapa kerennya kamu dan/atau menawarkan mereka sebuah diskon saat mereka menelusuri Google dan situs partner mereka.

Dilakukan dengan baik, remarketing tidaklah seperti menguntit—ini adalah cara untuk memberikan pelanggan konten yang membantu, relevan, atau sebuah pengingat ramah untuk membeli berdasarkan yang dilakukan sebelumnya.

Iklan remarketing tidak gratis, sendirinya, tapi Google Ads hanya akan membebankan biaya untuk hasil (seperti klik pada website atau telepon pada bisnis). Kamu bisa memanfaatkan remarketing dengan ‘iklan produk dinamis’ di Instagram atau Facebook.

Tips desain: Gunakan banner editor tahan-dan-lepaskan gratis Canva dan buat iklan remarketing di berbagai platform. Banner juga bisa digunakan untuk header kanal sosial, cover Etsy, dan grafis untuk meningkatkan website dan konten.

Sebuah template sederhana seperti Bold Lettering Tumblr Banner adalah tempat yang tepat untuk memulai, atau jika kamu ingin yang lebih memberikan kesan, cobalah Hashtag Photo Tumblr Banner untuk digunakan.

3. Pemasaran konten

Gambar dari Canva

Konten berkualitas tinggi, gratis adalah cara brilian untuk menunjukkan pelanggan potensial bahwa kamu tahu apa yang kamu lakukan, tapi jangan terlalu menjual. Ini bukan soal memberi tahu dunia untuk “Beli Sekarang!”, ini soal menunjukkan nilai dan membangun kepercayaan pada target pasar. Pikirkan tentang nilai yang bisa kamu berikan—bagaimana kamu memulai menyelesaikan masalah mereka sebelum mereka membelanjakan uangnya?

Konten harus otentik, menarik, dan mudah untuk dibagikan. Misalnya:

  • Blog posts
  • Siniar (Podcasts)
  • E-newsletters
  • Video workshop dan tutorial
  • Resep dan menu
  • E-book dan e-zine gratis
  • Agenda dan kalender
  • Buku catatan dan hiburan yang bisa diunduh (dalam hal yang bisa diunduh — e-voucher dan kartu hadiah juga perangkat marketing yang bagus)

Apapun yang kamu lakukan, jangan lupa untuk memasukkan ajakan dalam hal yang gratis—seperti ajakan mendaftar dalam newsletter, atau mengundang pelanggan untuk mengupgrade model atau pembelian produk dan jasa di masa depan.

Tips desain: Buat e-zine, e-book, atau hiburan yang bisa diunduh gratis menggunakan template majalah atau sampul buku yang bisa disesuaikan, atau buat keseluruhan, banyak-halaman penawaran menggunakan template presentasi bertema.

Ingin memberikan pelanggan beberapa gambaran keren? Sesuaikan Fostering Creativity Presentation, atau hadiahkan mereka panduan dengan Blue Modern Company Presentation yang pintar ini.

4. Pemasaran media sosial

Foto oleh Callie Morgan dari Unsplash

Media sosial adalah tempat di mana bisnis kecil menyalurkan banyak energi pemasaran (dan biaya) dan dengan alasan yang baik—ini memberikan hubungan langsung dengan pelanggan. Ini juga merupakan cara baik untuk membangun kesadaran akan brandmu dan menarik pelanggan potensial untuk menjadi pembeli.

Ketika memilih platform untuk membuat kehadiran terlihat, pikirkan di mana pelangganmu berada. Apakah mereka menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp…? Bagaimana mereka terikat dengan media sosial? Dan yang penting, kapan mereka ada di sana? Minggu jam 5 sore merupakan jam yang biasanya tepat.

Ketika kita menelusuri media sosial, jangan pandang sebelah mata Pinterest sebagai tempat perempuan yang ingin menikah saja. Ini adalah tempat banyak bisnis kecil mendapatkan traffic, dan pengguna Pinterest melaporkan memiliki keinginan membeli lebih besar dibandingkan situs media sosial lainnya.

Setelah kamu memilih dan mengatur platform sosial, jadilah sosial. Ajak bisnis-bisnis yang memiliki pemikiran serupa, awali percakapan, dengarkan apa yang pelanggan karakan dan selalu respon pertanyaan dan komentar.

Ketika akan membuat postingan, pastikan memiliki suara yang jelas, bersihkan halaman profil (gunakan warna palet yang sama, misalnya) dan buat jadwal posting. Lihat seberapa sering kompetitor muncul untuk dijadikan standar seberapa sering kita ingin membuat postingan, tapi tetaplah realistis—lebih baik menjadi konsisten dengan posting sebanyak dua atau tiga kali seminggu daripada memulai dengan banyak di awal tapi kemudian menghilang.

Tips Desain: Sebuah cara mudah untuk membuat header, ikon, dan postingan sesuai dengan brand adalah dengan membuatnya dengan template Canva, yang memberikan banyak pilihan mulai dari iklan Facebook yang ditargetkan, dan ikon Fitur Instagram Stories, sampai grafis yang bisa memberikan sentuhan menarik konten videomu.

Template yang bisa disesuaikan seperti Blue and Orange Geometric Shapes Simple Job Post / Vacancy / Announcement Instagram Post atau Sunflower Photo Spring Promotional Instagram Post juga bisa diatur ukurannya untuk beragam platform media sosial.

5. Pemasaran email

Foto oleh Cleo Vermij dari Unsplash

Pada dasarnya, pemasaran email adalah soal membangun database dari pelanggan yang ada maupun yang potensial. Kamu bisa mengumpulkannya dalam bentuk pendaftaran dalam website, pada acara networking, atau melalui cara lama dari mulut-ke-mulut. Tentu saja, pemasaran email terdengar seperti sebuah strategi yang kuno, tapi kebanyakan dari kita memiliki akun email daripada yang memiliki akun media sosial, membuatnya menjadi salah satu yang paling efektif untuk memasarkan bisnis kecilmu.

Tidak seperti platform media sosial—yang sebenarnya tidak kita miliki, dan sering tiba-tiba mengubah aturannya—database pelanggan adalah milikmu sepenuhnya. Dan jika hal ini tidak meyakinkanmu, sebuah riset menunjukkan kita mengeluarkan 28% hari kerja di dalam kotak masuk email (itu adalah pelangganmu, di sana) dan 66% dari pelanggan berkata mereka membeli sesuatu berdasarkan hasil pemasaran email, dibandingkan 20% dari iklan Facebook dan 6% dari Twitter.

Pemasaran email bisa hadir dalam banyak bentuk:

  • Sebuah newsletter adalah cara yang baik untuk membangun kepercayaan dan posisi dari brand di hadapan pelanggan yang memang sudah ingin terlibat.
  • Email tertarget, personal bisa dikirimkan pada pelanggan menggunakan informasi yang mereka berikan ketika mereka mendaftar.
  • Pengingat ramah bisa menarik pelanggan kembali ke dalam situs – ‘Hi, kami melihat kamu meninggalkan barang ini di keranjangmu. Ini sebuah kode diskon.’
  • Follow-up bisa mencari tahu bagaimana pelanggan dengan produk dan layananmu, dan memberikan mereka nilai lebih.

Tips desain: Gunakan sebuah template flyer atau email header untuk membuat email layak klik yang menarik perhatian pelanggan dan dan menahan mereka. Saat kamu menyesuaikan sebuah template kamu bisa dengan mudah melakukan update dan mengganti konten setiap kampanye, dan desain Canva juga bisa disatukan ke dalam platform marketing online, seperti Mailchimp.

Buat e-entrance elegan dengan template Blue and Red Simple Email Newsletter, atau berikan sentuhan tegas dan modern dengan template Teal and Grey Laptop Email Newsletter ini.

Artikel terkait

Lihat semua

Group 3 (3) (1)

Wujudkan ide Anda dalam hitungan menit.

Ekspresikan diri Anda dengan program desain termudah di dunia.