10 tips kerja di rumah agar tetap sehat, senang, dan produktif

photo-1488190211105-8b0e65b80b4e

Ketika ada banyak pekerjaan yang terhubung dengan sebuah lingkungan yang spesifik, peningkatan bekerja secara online berarti bahwa fleksibilitas kerja adalah sebuah realita baru. Sejak diperkenalkannya Internet, bagaimana, kapan, dan di mana kamu bekerja sudah menjadi subjek yang selalu berubah di dunia pekerjaan; beberapa negara sudah merekayasa ulang minggu kerja menjadi empat hari dan banyak tempat kerja kini memberikan waktu fleksibel yang menabrak aturan jam kerja 9-5.

Kerja dari rumah secara cepat telah menjadi salah satu hal yang populer dari banyak hal yang diketahui tentang ‘bekerja fleksibel’ dan, kebetulan, ini juga salah satu strategi paling bermanfaat. Dari segi produktivitas, retensi staf, dan penghematan pengeluaran, bekerja dari rumah sudah menjadi tawaran yang perlu dilakukan baik oleh pekerja maupun pemilik bisnis untuk menjaga kesehatan pekerja dan meningkatkan hasil kerja. Kini, dengan pandemi covid-19 yang tidak menentu, hal ini semakin penting untuk seluruh perusahaan terkait di seluruh dunia untuk melaksanakan bekerja dengan cara ini dan hasilnya, karyawan bisa lebih efisien, mudah, dan bebas stress.

Untungnya, dengan banyak pertimbangan dan pemikiran, kamu bisa membuat bekerja dari rumah bekerja untukmu. Baca selengkapnya di bawah ini.

Cara tetap produktif di dalam rumah

Tetap fokus sulit dilakukan baik itu bekerja di kubikel ataupun di sofa rumah, sebuah tantangan baru bisa membuat produktivitas semakin menantang. Banyak yang mengira tanpa harus berhubungan dengan kolega, kurangnya pengawasan dari manajer, dan berkurangnya kolaborasi tatap muka maka akan membuat pekerjaan menjadi berantakan dan kurang produktif, tapi banyak studi membantah hal ini. Walau begitu, untuk membenarkan hal ini, ada beberapa pendekatan yang penting untuk dilakukan agar kerja dari rumah bisa bekerja untukmu.

Berikut adalah beberapa tips terbaik untuk menjaga produktivitas (dan kesehatan mental) tetap tinggi ketika kerja dari rumah.

Apakah tim-mu bekerja dari rumah? Buat sebuah panduan mudah diakses untuk proses baru dengan menggunakan template dari Canva, seperti Yellow SEO Strategy Mind Map atau Blue Self-Care Checklist Advocacy Interactive Instagram Story. Simpan di dalam jaringanmu atau sematkan di kanal Slack sehingga mudah diakses oleh seluruh tim.

Berpakaian sesuai hari

Gambar oleh Lucas Andrade dari Unsplash.

Apakah kamu ada jadwal telepon via Zoom atau tidak di hari itu, berpakaian layaknya bekerja sangat penting untuk cara psikologis mempersiapkan hari yang penuh dengan pekerjaan produktif. Kamu tidak perlu memakai sepatu hak tinggi atau jas tapi mandi dan bercukur juga menggunakan pakaian yang pantas untuk bekerja akan sangat membantu ketika ada seseorang yang datang ke rumah dan membuatmu tidak bermalasan seperti saat memakai baju tidur. Ini soal mempertahankan kemiripan dari kehidupan kantor, sambil tetap melakukan apa yang biasa dilakukan.

“Kembangkan ritual dan punya cara disiplin untuk mengatur hari,” ucap Tsedal Neeley, Profesor Administrasi Bisnis Naylor Fitzhugh di Organizational Behaviour Unit Harvard Business School. “Tentukan waktu mulai dan selesai bekerja. Temukan ritme. Mandi, berpakaian rapi, walaupun itu bukan pakaian yang biasa kamu kenakan ke kantor, lalu mulailah menjalankan aktivitas harian. Jika kamu terbiasa bergerak sehari-hari, pastikan itu juga kamu lakukan.”

Gunakan jam yang sama

Tentu saja keuntungan dari kerja di rumah adalah tidak perlu bepergian dan absen di jam yang tepat. Tapi untuk menjaga produktivitas, tetap melakukan jadwal yang sama akan membantumu membangun struktur harian dalam bekerja. Ini termasuk juga soal jam istirahat yang biasa kamu lakukan sehari-hari di kantor; kamu sangat diperbolehkan berhenti bekerja untuk menggantung cucian, misalnya. Tapi jaga waktu istirahat pendek itu jangan terlalu lama atau di bawah 15 menit, seperti kamu berbincang atau minum kopi bersama teman kantor. Jangan juga melewatkan waktu makan siang - ini adalah kunci sebelum kamu kembali bekerja dan menyelesaikan tugas di sisa hari.

Jika kamu mengikuti jadwal atau agenda di kantor, jangan hentikan kebiasaan itu hanya karena kerja di rumah.. Buat agenda seperti itu dengan menggunakan template Canva Blue Doodle Work Schedule Planner atau Purple and White Boxes Work Schedule Planner di meja kerja (atau di komputer) untuk mencatat ide-idemu.

Buat kantor kecil

Gambar oleh Andrew Neel di Unsplash

Apa yang membuat kantormu terasa seperti kantor, selain tentunya teman kantor? Faktanya adalah kantor dibuat seperti kantor sehingga terasa seperti kantor. Kamu perlu untuk membuat ulang sebuah kantor kecil di rumah, di mana ada meja, cahaya natural, dan sebuah kursi yang nyaman dan, di manapun, sebuah layar komputer, keyboard, dan tempat untuk menyimpan catatan dan hal lainnya, seperti di kantor. Hal lainnya bisa ditentukan belakangan: apakah kamu memerlukan headphone kedap suara? Atau sebuah mesin pembuat kopi? Apapun yang bisa memberikan kesan kamu sedang berada di kantor, perlu dibuat di rumah.

Kamu perlu meningkatkan fokus? Coba tambahkan beberapa template Canva di beberapa tempat di rumah untuk menjaga kita tetap produktif. Template Canva seperti Inspirational Warhol Quote Instagram Post atau Blue Typographic Inspirational Instagram Post bisa membantumu kembali bekerja.

Pertahankan Pertemuan

Hanya karena kamu dan teman kantor tidak berada di satu ruangan, bukan berarti kamu tidak bisa bekerja secara kolaboratif, seperti mengadakan pertemuan dan sesi tukar pikiran. Sudah tidak ada lagi konferensi telepon yang kaku, aneh, dan susah dilakukan - pertemuan virtual melalui Zoom, Skype for Business dan Google Hangout sudah membuat kerja jarak jauh lebih kolaboratif. Jangan tergoda hanya berfokus untuk pekerjaan dan diskusi saja seperti biasa yang dilakukan di kantor, sebut Neeley.

“Karena tidak ada lagi bertukar cerita di dekat tempat minum dan banyak orang baru memulai bekerja dari rumah, sempat kan enam sampai tujuh menit di setiap pertemuan untuk menanyakan kabar,” sarannya. “Jangan langsung menuju ke agenda. Sebaiknya, tanyakan dulu satu persatu anggota tim ‘apa kabar?’ Mulai dari siapapun yang paling muda atau status jabatannya paling rendah yang biasanya bicara paling terakhir. Kamu juga harus berbagi, sehingga kamu menjadi sebuah acuan di saat tersebut. Setelah itu, perkenalkan poin-poin yang akan dibicarakan, dan apa yang ingin dilihat, apakah itu berhubungan, bertanya, atau hanya menggunakan teknologi yang disukai, seperti Zoom atau Skype for Business.

Nikmati keuntungannya

Ya, produktivitas sangat penting - tapi juga kesehatan mental dan fisik. Jangan sangkal diri sendiri tentang keuntungan bekerja di rumah, nikmati itu semua. Kamu akan lebih bahagia, sehat, dan lebih produktif ketika menikmatinya. Pasang musik yang meningkatkan mood tapi tidak mengganggu yang kamu sukai, tidur siang selama 15 menit di saat istirahat makan siang dan gunakan waktu yang biasanya digunakan untuk bepergian untuk mempersiapkan makan malam. Menikmati sebaik-baiknya pengalaman ini adalah cara untuk tetap semangat untuk bangun pagi dan berada di tempat kerja setiap harinya.

Kesehatan: pisahkan kehidupan kerja dan kehidupan rumah

Seperti adanya aturan - tertulis atau tidak - tentang apa yang pantas dan yang tidak untuk dilakukan di kantor, maka di kantor rumah pun sebaiknya juga seperti itu. Buat aturan untuk diri sendiri untuk secara jelas memisahkan, tidak untuk menggabungkan justru sebaliknya; untuk memungkinkanmu membuat garis jelas antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan rumah. Jika kamu bekerja dengan menggunakan piyama di sofa, misalnya, menyelesaikan pekerjaan siang hari dan memulai malam hari tidak akan cukup memisahkan dan kamu akan terus merasa sulit untuk bekerja sebagai hasilnya. Semakin kamu menciptakan ‘ruang’ kerja di rumah, kamu akan merasakan perbedaan ketika pekerjaan harian selesai.

Buat peraturan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan juga. Cobalah untuk pergi ke luar dan mendapatkan sinar matahari di beberapa waktu - jika hanya mengambil surat, meluruskan kaki, atau meminum secangkir teh - dan buat perjanjian untuk berbincang paling tidak dengan satu anggota tim setiap harinya, walaupun itu tampak tidak penting. Hal ini akan membuatmu tetap terhubung dengan berbagai hal di luar kepompong kecilmu.

Cara untuk santai setelah bekerja

Gambar oleh Alisa Anton dari Unsplash.

Walaupun bekerja online sudah membuat sulit memisahkan kehidupan rumah dan kantor, bekerja dari rumah bisa membuat ini lebih sulit lagi. Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa kita perlu untuk menghormati garis finish, sama seperti yang kamu lakukan ketika kamu meninggalkan meja kerja saat kamu pulang dari kantor. Jangan tergoda untuk terus bekerja hingga larut - buat janji dengan diri sendiri untuk menutup laptop, mematikan notifikasi, dan berhenti bekerja di waktu yang sudah ditentukan, tidak peduli dengan tugasmu.

Sempatkan berolahraga dan istirahat

Jangan pikir karena tidak ada alasan untuk meninggalkan rumah, maka kamu tidak perlu. Bekerja dari rumah memberikan kesempatan sempurna baik itu untuk berolahraga dan berhubungan dengan dunia luar. Untuk tetap menjaga kesehatan tubuh, berolahraga dan beristirahat secara berkala yang berhubungan dengan dunia luar akan sangat penting - dan mereka tidak perlu dilakukan dalam waktu yang lama. Jadwalkan sesi yoga selama 15 menit di balkon atau di halaman belakang setelah pertemuan pagi, atau sempatkan sesi meditasi Headspace dalam agenda di tengah hari yang memusingkan. Kamu akan merasa lebih baik karenanya.

Trik Teknologi untuk tetap kolaboratif ketika bekerja dari rumah

Berusaha untuk membuat proses kerja menjadi formal dengan tim akan membuat perbedaan yang memastikan pekerjaan bisa berjalan lancar dari berbagai lokasi.

Teknologi apapun yang digunakan, pastikan bahwa tim-mu tahu yang mana yang bisa digunakan dan untuk tujuan apa: cobalah Slack untuk sebuah alternatif aplikasi ‘chat antar tim’ (hal yang mungkin kamu minta dengan mendatangi meja ketika berada di kantor), tetap gunakan email untuk informasi dan pengumuman formal, gunakan Zoom untuk melakukan pertemuan tatap muka dan mulai investasikan waktu (dan uang, jika memungkinkan) untuk melakukan pencatatan pekerjaan seperti monday.com atau Trello untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan sudah dilakukan, tanpa harus bertanya setiap kali.

Berikut ini adalah beberapa aplikasi lain yang bisa membantu produktivitas personal:

Timeful

Jika kamu membutuhkan pembagian waktu tugas, aplikasi ringkas ini bisa membantumu menjaga jadwal dari hal-hal penting. Ini juga tersinkronisasi dengan kalendermu sehingga tidak akan bertabrakan, ini juga akan memberikan saran akan waktu yang kosong secara otomatis di luar jadwal harian.

Noisli

Jika kamu merasa Spotify dan teknologi serupanya mengganggu untuk pekerjaan mendalam, cobalah Noisli, sebuah aplikasi yang memainkan suara latar belakang yang menenangkan seperti suara api unggun dan angin untuk membantumu bersantai - dan fokus.

Post-it app

Lebih memilih untuk bekerja dengan tracker pekerjaan fisik? Aplikasi Post-it bisa menangkap sesi tukar pikiran dari Post-it fisik, membuat orang lain bisa berkolaborasi secara digital dengan pekerjaan yang lebih taktil.

Flock

Jika kamu menyukai suasana kolaboratif dalam pekerjaan dan tidak ingin kehilangannya, cobalah aplikasi ini - obrolan melalui aplikasi ini bisa satu per satu maupun berkelompok, dengan berbagi layar dan menandai pesan tersedia untuk pada kolaborator.

Membutuhkan bantuan mengatur tugas? Coba satu dari template Canva untuk membantu organisasi pekerjaanmu seperti Green and White Modern Daily Task Report atau Dark Blue Red and White Grid Monitoring Sheet Simple Daily Report.

Group 3 (3) (1)

Wujudkan ide Anda dalam hitungan menit.

Ekspresikan diri Anda dengan program desain termudah di dunia.